Bursa Asia Melemah, Investor Tunggu Pertemuan Donald Trump dan PM Jepang Sanae Takaichi

Bursa saham Asia kompak melemah seiring investor menanti pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan PM Jepang Sanae Takaichi.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (29/10/2025). Pelemahan bursa Asia ini seiring investor menanti hasil pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang yang baru dilantik, Sanae Takaichi.

Trump tiba di Tokyo pada Senin dan terlebih dahulu bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito. Ia menjadi pemimpin asing pertama yang akan melakukan pembicaraan resmi dengan Takaichi sejak sang perdana menteri menjabat.

Dikutip dari CNBC, Selasa (28/10/2025), Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,57 persen di awal perdagangan, mundur dari rekor tertingginya, sementara indeks acuan Topix terkoreksi 0,61 persen.

Tekanan juga terasa di bursa Asia lainnya, meskipun Wall Street semalam mencetak rekor baru dengan penguatan di ketiga indeks utama AS — S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones.

Di Korea Selatan, Kospi memimpin pelemahan dengan turun 1,4 persen, sedangkan indeks Kosdaq turun 0,6 persen. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,32 persen di awal perdagangan.

Futures indeks Hang Seng Hong Kong tercatat di level 26.534, sedikit lebih tinggi dibanding penutupan terakhir di 26.433,7 poin.

Secara keseluruhan, mayoritas bursa Asia bergerak di zona merah:

  • Nikkei 50.348,62 (-0,32%),
  • Kospi 4.005,70 (-0,92%), dan
  • Shanghai Composite 3.996,72 (-0,01%).

 

Gerak Wall Street

Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street semalam menunjukkan performa kuat. Indeks S&P 500 naik 1,23 persen ke posisi 6.875,16—penutupan pertama di atas level 6.800.

Nasdaq Composite melonjak 1,86 persen ke 23.637,46, didorong kenaikan saham Nvidia dan emiten chip lainnya. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 337,47 poin atau 0,71 persen ke 47.544,59.

Investor kini menanti sejumlah katalis besar yang akan memengaruhi arah pasar pekan ini, termasuk laporan kinerja keuangan raksasa teknologi (Big Tech), keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), serta kemungkinan kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan China.