Sanae Takaichi jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang, Indeks Nikkei Naik Tipis

Indeks Nikkei di Jepang hampir menyentuh posisi 50.000 pada penutupan perdagangan Selasa, (21/10/2025) usai Sanae Takaichi jadi Perdana Menteri Jepang.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa, (21/10/2025). Di antara bursa saham Asia, indeks acuan Jepang ditutup ke level tertinggi untuk pertama kali setelah anggota parlemen memilih politikus garis keras konservatif Sanae Takaichi untuk menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang.

Mengutip laman AP, Selasa (21/10/2025), indeks Nikkei 225 naik 0,3% ke posisi 49.316,06. Adapun Sanae Takaichi diharapkan mendukung kebijakan yang ramah pasar. Ia diharapkan dapat mempertahankan suku bunga rendah dan belanja pemerintah diperbanyak.

Di sisi lain, dolar AS menguat menjadi 151,31 yen Jepang dari sebelumnya 150,75 yen. Jika Takaichi berhasil memperlambat kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan, yen kemungkinan akan tetap relatif lemah terhadap dolar AS. Hal ini akan menghambat upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi yang saat ini berada di atas target inflasi sekitar 2%.

Indeks Hang Seng di Hong Kong bertambah 1,2% menjadi 26.164,64 dan indeks Shanghai menguat 1,3% ke posisi 3.913,34.

Selain itu, harapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir bulan dalam pertemuan regional meningkatkan harapan ketegangan perang dagang mereda antara dua ekonomi terbesar ini.

Selain itu, pemimpin Partau Komunis juga akan menggelar pertemuan pekan ini untuk membentuk kebijakan dalam lima tahun.

Di sisi lain, indeks Kospi menguat 0,2% menjadi 3.8223 dan indeks Australia atau ASX 200 bertambah 0,7% menjadi 9,094,70. Indeks Taiwan menguat 0,2%.

Pada perdagangan kemarin, di Amerika Serikat, wall street reli. Indeks S&P 500 bertambah 1,1%. Indeks Dow Jones melompat 1,1% dan indeks Nasdaq menguat 1,4%.

 

Saham Apple Menguat

Sementara itu, saham Apple naik 3,9% ke rekor tertingginya di tengah optimisme tentang permintaan untuk desain iPhone terbarunya. Ini adalah kekuatan terkuat yang mengangkat S&P 500.

Saham Cleveland-Cliffs melonjak 21,5% setelah CEO perusahaan baja tersebut, Lourenco Goncalves, mengatakan akan segera memberikan detail tentang potensi kesepakatan dengan produsen baja global utama yang dapat menghasilkan keuntungan lebih besar. Ia juga mengatakan perusahaannya berpotensi menemukan tanda-tanda tanah jarang di lokasi-lokasi di Michigan dan Minnesota.

Material-material tersebut telah menarik perhatian global setelah Tiongkok baru-baru ini membatasi ekspor tanah jarangnya sendiri, sebuah langkah yang digambarkan Trump sebagai tindakan permusuhan. Ancaman tarif yang lebih tinggi dari Trump memicu fluktuasi besar di Wall Street, tetapi kekhawatiran sedikit mereda setelah Trump mengatakan tarif pajak yang begitu tinggi atas impor dari Tiongkok tidak berkelanjutan.

 

Coca Cola hingga Tesla Bakal Rilis Laporan Keuangan

Saham Amazon bertahan meskipun layanan komputasi awannya mengalami gangguan yang meluas yang menyebabkan gangguan bagi pengguna internet di seluruh dunia pada Senin. Saham Amazon naik 1,6%.

Minggu ini akan menampilkan sejumlah nama besar yang melaporkan kinerja keuangan kuartal terbaru, termasuk Coca-Cola pada Selasa, Tesla pada Rabu, dan Procter & Gamble pada Jumat.

Perusahaan-perusahaan di bawah tekanan untuk menunjukkan pertumbuhan laba menyusul reli gemilang S&P 500 sebesar 35% dari titik terendahnya pada April. Perusahaan-perusahaan menghadapi tekanan untuk meningkatkan profitabilitas mereka guna mengatasi kekhawatiran bahwa harga saham telah melambung terlalu tinggi.