Anak Usaha SSIA Andalkan Pelabuhan Patimban untuk Dongkrak Investasi Kawasan Industri

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Pelabuhan Patimban memiliki peran vital tidak hanya sebagai hub logistik, tetapi juga sebagai daya tarik investasi baru di Jawa Barat.

Diterbitkan 28 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta), anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), menyambut positif perkembangan signifikan dalam pembangunan dan operasional Pelabuhan Patimban.

Infrastruktur strategis ini dinilai semakin memperkuat ekosistem investasi terintegrasi yang ditawarkan Suryacipta melalui dua kawasan industrinya, yakni Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Pelabuhan Patimban memiliki peran vital tidak hanya sebagai hub logistik, tetapi juga sebagai daya tarik investasi baru di Jawa Barat.

“Terminal peti kemas dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026 dengan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC). Kapasitasnya akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 800.000 TEUs pada akhir Desember 2026,” jelas General Manager Sales & Marketing PT Patimban Global Gateway Terminal (PGT) Takahiro Arai, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9/2025). 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Sansuikai di Suryacipta City of Industry Karawang (17/9/2025), acara bulanan yang rutin digelar Suryacipta sebagai wadah diskusi tenant, terutama dari perusahaan Jepang.

Pada kesempatan itu, PGT juga memaparkan layanan terminal peti kemas yang menarik minat para tenant dari sektor manufaktur, logistik, dan pergudangan.

 

Keunggulan Kompetitif

Suryacipta meyakini konektivitas langsung dengan Pelabuhan Patimban akan menciptakan sinergi optimal bagi investornya. Hal ini terutama penting untuk Subang Smartpolitan, kawasan kota mandiri seluas 2.717 hektar yang mengintegrasikan kawasan industri, bisnis komersial, residensial, pendidikan, hingga kesehatan.

“Kami sangat optimis dengan progres Pelabuhan Patimban. Infrastruktur ini adalah salah satu tulang punggung ekosistem logistik yang kami tawarkan kepada tenant,” ungkap Vice President Sales Marketing & Tenant Relations Suryacipta Abednego Purnomo.

“Kami harap terminal peti kemas ini memberikan keunggulan kompetitif bagi tenant, khususnya industri manufaktur berorientasi ekspor-impor," tambah dia. 

 

Akses Efisien

Akses menuju Pelabuhan Patimban juga akan semakin efisien berkat rencana pembangunan gerbang tol khusus di Jalan Tol Akses Patimban, yang memangkas waktu tempuh ke Subang Smartpolitan menjadi sekitar 30 menit.

Faktor ini menjadi daya tarik penting bagi perusahaan multinasional seperti BYD Motor Indonesia dan Kids Play Indonesia untuk menanamkan investasi.

“Kami optimis Pelabuhan Patimban akan menjadi magnet investasi dan penggerak ekonomi, bukan hanya bagi Subang Smartpolitan, tetapi juga bagi Jawa Barat dan Indonesia," Abednego menambahkan.

Sinergi antara Subang Smartpolitan dan Pelabuhan Patimban diharapkan mempercepat arus investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Keduanya sejalan dengan visi pemerintah menciptakan pusat pertumbuhan baru di luar Jabodetabek.