Emiten GOOD Gandeng Perusahaan Prancis Jadi Pengendali Produsen Prochiz (KEJU)

Kerja sama GOOD dan Perusahaan Prancis ini resmi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Induk (Framework Agreement) pada 6 Agustus 2025.

Diterbitkan 07 Agustus 2025, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Prancis, Bel S.A., dalam pengelolaan bersama PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), produsen keju merek Prochiz.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/8/2025), kerja sama ini resmi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Induk (Framework Agreement) pada 6 Agustus 2025.

Perjanjian tersebut menjadi dasar dari kolaborasi strategis antara kedua pihak dalam pengembangan bisnis keju di Indonesia.

Meski belum ada rincian nilai transaksi yang diumumkan ke publik, perjanjian ini memberikan Bel hak tertentu dalam pengelolaan KEJU.

Dengan begitu, Bel dan Garuda Food dapat bersama-sama menentukan arah kebijakan operasional dan keuangan perusahaan keju tersebut. Adapun perjanjian ini akan mulai berlaku efektif setelah semua syarat dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian dipenuhi.

Sekretaris Perusahaan GOOD, I Made Astawa menjelaskan tujuan dari penandatanganan perjanjian adalah untuk menciptakan kolaborasi antara Bel dan Perseroan dalam mengembangkan bisnis keju yang dilakukan KEJU di Indonesia melalui pengembangan produk keju yang inovatif oleh KEJU, dengan memanfaatkan keahlian dan kemampuan inovasi Bel dalam kategori keju dan camilan berbahan dasar keju.

I Made juga menegaskan kerja sama ini bukan termasuk dalam transaksi afiliasi maupun transaksi material sebagaimana yang diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penandatanganan Perjanjian bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan serta bukan merupakan transaksi material,” jelasnya.

Selain itu, I Made memastikan kesepakatan tersebut tidak memberikan dampak terhadap operasional, hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha Garuda Food secara keseluruhan.

Garudafood Siapkan Capex Rp 1 Triliun di 2025, Untuk Apa Saja?

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2025. Dana tersebut akan difokuskan untuk ekspansi, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi maupun pengembangan di bidang lainnya.

"Perusahaan menganggarkan sekitar Rp 1 triliun untuk capex tahun ini. Penggunaannya akan difokuskan pada ekspansi dan peningkatan kapasitas. Pendanaannya berasal dari kombinasi internal cash flow dan kredit dari bank rekanan," ujar Direktur Keuangan Garudafood, Robert Chandra dalam paparan publik, Kamis (24/4/2025).

Garudafood menargetkan pertumbuhan di atas rata-rata pasar meskipun tantangan makro ekonomi global masih membayangi. Fokus utama perusahaan akan tertuju pada inovasi produk serta pembukaan kanal distribusi baru.

"Kami tetap menetapkan target pertumbuhan di atas rata-rata pasar. Strateginya melalui pengembangan produk, ekspansi ke channel baru seperti kantin sekolah dan lokasi wisata, serta efisiensi biaya melalui program value cost reduction," ungkap Direktur Utama Garudafood, Franciscus Juni dalam kesempatan yang sama.

 

Transformasi Digital

Lebih lanjut, perusahaan juga akan memperkuat transformasi digital. Perseroan akan berinvestasi dalam pengembangan platform e-commerce dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasional.

Dalam hal ekspansi pasar, Garudafood akan terus memperkuat penetrasi ekspor, khususnya ke kawasan ASEAN. Vietnam menjadi negara fokus tahun ini, di mana perusahaan telah menjalin kerja sama dengan mitra distribusi lokal.

“Kami menambah partner distribusi di Vietnam karena potensi pertumbuhannya sangat tinggi. Di samping itu, kami juga menggunakan toll manufacturing untuk menjangkau pasar premium di Eropa dan Amerika,” jelas Franciscus.