Sukses

Prospek Saham Gudang Garam di Tengah Sentimen Rencana Bangun Tol Kediri-Tulungagung

Liputan6.com, Jakarta - Emiten produsen rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bakal membangun Jalan Tol Kediri-Tulungagung dengan nilai investasi Rp 10,25 triliun pada awal 2023. Lantas, bagaimana prospek saham GGRM pada 2023?

Analis mengungkapkan, saat ini kinerja Gudang Garam berpotensi tertekan. Hal itu disebabkan oleh kenaikan cukai, mengingat 90 persen penjualan Gudang Garam berasal dari jenis sigaret krerek mesin (SKM).

Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, untuk Gudang Garam saat ini kinerjanya masih berpotensi tertekan karena kenaikan cukai, mengingat 90 persen penjualan GGRM dari jenis SKM.

Di sisi lain, untuk pembangunan jalan tol mungkin merupakan strategi diversifikasi bisnis yang dilakukan yang akan mulai dibangun pertengahan tahun ini. 

Dengan demikian, pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung berpotensi memberikan pendapatan yang bisa menopang kinerja Gudang Garam di masa mendatang.

"Melihat lokasi yang strategis dan potensi arus lalu lintas yang meningkat pada ruas tol Kediri-Tulungagung, tentu dapat menjadi pendapatan yang bisa menopang kinerja GGRM di masa depan," kata Jono, ditulis Selasa (24/1/2023).

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sendiri direncanakan segera dimulai pada awal 2023 mendatang dan ditargetkan selesai pada 2024.

Sementara itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, Gudang Garam resmi dinyatakan lulus untuk mengikuti pelelangan pengusahaan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Gudang Garam Bangun Jalan Tol

Merujuk laman Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), Jalan Tol Kediri - Tulungagung terletak di wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur yang menghubungkan Kota Kediri dan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung. 

Proyek Jalan Tol Kediri - Tulungagung merupakan proyek KPBU atas prakarsa dari PT Gudang Garam. Proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Selain itu, jalan tol ini merupakan lanjutan dari Jalan Tol Kertosono - Kediri yang akan melintasi kawasan Bandara Dhoho di Banyakan, Kabupaten Kediri, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan serta menjadi akses jalan menuju Bandara Kediri.

Kemudian, Jalan Tol Kediri - Tulungagung akan membentang sepanjang 44,52 Km dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 10,25 triliun untuk 50 tahun masa konsesi.

Adapun, lingkup proyek yakni melakukan pendanaan pembebasan tanah, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan untuk keseluruhan ruas jalan. 

Sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyetor modal kepada anak usaha yang bergerak di sektor konstruksi.

 

 

3 dari 4 halaman

Gudang Garam Setor Modal ke Anak Usaha

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 Januari 2023, PT Gudang Garam Tbk menyuntik modal PT Surya Kerta Agung pada 9 Januari 2023. Perseroan menyuntik modal kepada anak usaha dengan mengambil bagian dari saham yang diterbitkan sebesar 7 juta saham dengan nilai Rp 7 triliun.

Perseroan bersama PT Suryaduta Investama mendirikan anak usaha bernama PT Surya Kerta Agung yang berkedudukan di Kediri pada 26 Juli 2019. PT Surya Kerta Agung bergerak dalam bidang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, perbaikan jalan, jalan raya, dan jalan tol. Kemudian jembatan, jalan laying, termasuk kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan penunjang, pelengkap dan perlengkapan jalan, jembatan dan jalan layang.

Perseroan memiliki saham sebanyak 99,99 persen di PT SKA dan PT Suryaduta Investama memiliki satu saham.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Januari 2023, saham GGRM melemah 1,83 persen ke posisi Rp 17.475 per saham. Saham GGRM berada di level tertinggi Rp 17.800 dan terendah Rp 17.125 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.461 kali dengan volume perdagangan 6.371 kali. Nilai transaksi Rp 11 miliar.

 

4 dari 4 halaman

Gudang Garam Bakal Bangun Jalan Tol Kediri-Tulungagung pada Awal 2023

Sebelumnya, emiten produsen rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) saat ini sedang menjajaki investasi di bidang jalan tol. Gudang Garam bakal membangun Jalan Tol Kediri-Tulungagung dengan nilai investasi Rp 10,25 triliun pada awal 2023.

Melansir Pemkab Tulungagung, Senin (23/1/2023), pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung direncanakan segera dimulai pada awal 2023 mendatang dan ditargetkan selesai pada 2024.

Sementara itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, Gudang Garam resmi dinyatakan lulus untuk mengikuti pelelangan pengusahaan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

Merujuk laman Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia (RI), Jalan Tol Kediri - Tulungagung terletak di wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur yang menghubungkan Kota Kediri dan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung. 

Proyek Jalan Tol Kediri - Tulungagung merupakan proyek KPBU atas prakarsa dari PT Gudang Garam. Proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Adapun, lingkup proyek yakni melakukan pendanaan pembebasan tanah, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan untuk keseluruhan ruas jalan. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS