Sukses

IHSG Anjlok, Investor Asing Buru Saham BMRI hingga ADRO

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Kamis pagi (19/5/2022). Koreksi IHSG terjadi mengikuti wall street dan bursa saham Asia. Di sisi lain, investor asing melakukan aksi jual saham.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG tersungkur 74 poin ke posisi 6.719,75. Pada pukul 09.06 WIB, IHSG merosot 2,35 persen ke posisi 6.635,50. Selanjutnya pukul 09.30 WIB, IHSG melemah 0,76 persen ke posisi 6.741.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.719,75 dan terendah 6.620,68. Sebanyak 301 saham melemah sehingga menekan IHSG. 53 saham menguat dan 165 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 89.182 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,2 triliun. Investor asing jual saham Rp 228,37 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.687.

Seluruh sektor saham anjlok. Indeks sektor saham IDXtechno memimpin koreksi dengan turun 3,75 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 2,04 persen dan indeks sektor saham IDenergy melemah 2,23 persen.

 

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG menguat ke posisi 6.793 pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022. Penguatan IHSG didorong kenaikan saham GOTO yang naik 24 persen dan berkontribusi lebih dari 60 persen pada total kenaikan IHSG.

Sementara itu, saham ARTO sempat naik kemudian melemah setelah sesi dua. Dari korporasi, BNI investasi Rp 500 miliar untuk mendirikan perusahaan modal ventura. Selain itu, Kalbe Farma membentuk joint venture (JV) distribusi dengan Ecossential di Filipina. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers dan Aksi Investor Asing

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham ROCK naik 20,87 persen

-Saham IKAN naik 17,81 persen

-Saham BPTR naik 11,43 persen

-Saham JECC naik 11,36 persen

-Saham BOLT naik 9,19 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham CNTX melemah 6,84 persen

-Saham ECII melemah 6,8 persen

-Saham LTLS melemah 6,8 persen

-Saham HERO melemah 6,73 persen

-Saham BMSR melemah 6,73 persen

 

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 33,3 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 19,8 miliar

-Saham INCO senilai Rp 11,1 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 8 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 7,3 miliar

 

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 37,1 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 37,1 miliar

-Saham PTBA senilai Rp 11 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 8,8 miliar

3 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks Hang Seng merosot 3,33 persen. Diikuti indeks Korea Selatan Kospi merosot 1,56 persen. Indeks Jepang Nikkei merosot 2,6 persen. Indeks Shanghai turun 0,92 persen, indeks Singapura melemah 0,73 persen dan indeks Taiwan turun 2,17 persen.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan 3,57 persen, S&P 500 terkoreksi tajam 4,04 persen bahkan indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan yang lebih dalam sebesar 4,73 persen.

“Penurunan tajam tersebut akibat sentiment negatif dari laporan kinerja beberapa retailer utama yang mengecewakan. Inflasi memberikan tekanan terhadap kinerja perusahaan,” ujar Maxi dalam riset BNI Sekuritas.

Selain itu, bursa Asia Pasifik berpotensi untuk terkoreksi pada hari ini seiring dengan koreksi tajam yang dibukukan bursa Amerika Serikat semalam.

4 dari 4 halaman

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pilihan dari BNI Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 19 Mei 2022 berpotensi rawan profit taking setelah pada perdagangan kemarin indeks ditutup menguat pada level 6.793.41.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang profit taking, selama di bawah 6.816 dan candle three white soldier.

"Trend bearish selama di bawah 6.902, berpeluang rawan profit taking, meski masih bertahan di atas 200 day MA (6.596). Indikator MACD Bearish, Stochastic Golden Cross & dominan sell power. Selama di bawah 6.902, berpeluang menuju 6.584 DONE/6.477/6.279,” ujar Andri dalam risetnya.

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 6.816/6.886/6.909/6.986, sedangkan level support berada di 6.744/6.672/6.629/6.512, dengan perkiraan range 6.600 - 6.880.

Seiring dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Saham BMRI direkomendasikan trading sell dengan target 7.725/7.500 stop di atas 8.050. Saham MDKA direkomendasikan buy on support dengan target 4.850/4.980 stop di bawah 4.420.