Metaplanet Ekspansi ke Hong Kong, Siapkan US$ 1 Juta

Perusahaan asal Jepang Metaplanet memperluas bisnis Bitcoin dengan mendirikan anak usaha manajemen aset di Hong Kong.

Diterbitkan 14 September 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Metaplanet memperluas bisnis berbasis Bitcoin dengan mendirikan anak usaha baru di Hong Kong. Perusahaan yang tercatat di Bursa Tokyo tersebut menyiapkan modal awal sebesar US$ 1 juta untuk unit baru ini.

Anak usaha tersebut bernama Metaplanet Asset Management Asia Limited dan ditargetkan resmi berdiri pada September 2026.

Dikutip dari CoinMarketCap, Senin (14/9/2026), unit ini akan mengelola investasi pada Bitcoin, saham, sekuritas preferen, produk kredit, serta berbagai aset likuid lainnya. Dana yang digunakan berasal dari dana klien maupun modal milik Metaplanet sendiri.

Pada tahap awal, perusahaan akan dipimpin tiga direktur, yakni Simon Gerovich, Darren Winia, dan Kelvin Lee.

Kehadiran kantor Hong Kong ditujukan untuk memperkuat aktivitas Metaplanet selama jam perdagangan Asia, termasuk ketika pasar Amerika Serikat sedang tutup.

Aktivitasnya mencakup transaksi aset, pemantauan kondisi pasar, hingga pengelolaan risiko. Langkah tersebut menjadi bagian dari Project Nova, strategi Metaplanet untuk membangun layanan keuangan yang berkaitan dengan kepemilikan Bitcoin.

Hubungkan Hong Kong dengan Miami hingga Ekspansi Bisnis Bitcoin

Unit Hong Kong nantinya akan bekerja sama dengan kantor Metaplanet di Miami, Amerika Serikat, yang dibuka pada Maret 2026. Kantor Miami berfungsi sebagai pusat utama strategi investasi institusional perusahaan.

Jika Miami menangani strategi secara terpusat, Hong Kong akan memperkuat aktivitas perdagangan dan dukungan operasional di kawasan Asia.

Metaplanet akan memiliki 100% saham perusahaan baru tersebut. Namun, pengumuman perusahaan belum menjelaskan kapan unit Hong Kong mulai mengelola dana dari klien eksternal.

Metaplanet juga belum mengungkap produk atau dana investasi tertentu yang akan diluncurkan melalui kantor tersebut. Pengumuman pendirian anak usaha itu juga belum menyebut adanya lisensi regulator Hong Kong.

Ekspansi ini melanjutkan sejumlah langkah Metaplanet di sektor keuangan. Pada Juni 2026, perusahaan sepakat mengakuisisi perusahaan sekuritas Jepang Siiibo Securities senilai 2,1 miliar yen. Transaksi selesai pada Juli dan perusahaan tersebut kemudian berganti nama menjadi Metaplanet Securities.

Metaplanet juga tengah mengkaji produk kredit berbasis Bitcoin bersama JPYC dan Progmat.

Metaplanet Kantongi 43.000 Bitcoin

Pada Agustus 2026, Metaplanet mengumumkan rencana transaksi dengan perusahaan yang tercatat di Nasdaq, Super League Enterprise. Perusahaan tersebut berencana berganti nama menjadi Superplanet dengan kode saham SUPA.

Dalam rencana tersebut, Metaplanet akan menempatkan 2.100 BTC dan US$ 2,5 juta ke Superplanet. Metaplanet diperkirakan memegang 95,7% saham sebelum memperhitungkan sejumlah waran.

CEO Metaplanet Simon Gerovich menyebut langkah tersebut sebagai jalan perusahaan untuk masuk lebih jauh ke pasar modal Amerika Serikat.

Di sisi lain, Metaplanet kini memiliki 43.000 BTC dalam treasury perusahaan. Jumlah tersebut bertambah setelah perusahaan membeli 2.823 BTC pada kuartal II 2026.

Pada Agustus, sebanyak 5.014 BTC sempat dipindahkan antarwallet kustodian milik Metaplanet. Gerovich memastikan tidak ada Bitcoin yang dijual dan total kepemilikan perusahaan tetap 43.000 BTC.

Metaplanet memperkirakan pendirian anak usaha di Hong Kong hanya memberikan dampak kecil terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2026. Perusahaan akan menyampaikan informasi tambahan jika dampaknya berubah secara signifikan.