Otoritas Meksiko Gerebek Tambang Kripto Ilegal, Diduga Curi Listrik

Operasi penambangan kripto ilegal telah digerebek Otoritas Meksiko atas dugaan pencurian listrik serta pencucian uang.

Diterbitkan 14 September 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Meksiko menggerebek operasi penambangan kripto ilegal tersembunyi di Tlaola, Puebla, yang diduga mencuri listrik dan mencuci uang, Minggu, 13 September 2026 waktu setempat.

Aparat menemukan 300 GPU atau kartu grafis untuk menambang kripto, satu transformator listrik, 80 terminal tegangan menengah, serta delapan antena internet satelit, dilaporkan oleh Reuters, Sabtu, 12 September 2026 dilansir dari The Block, Senin (14/9/2026).

Pemerintah Puebla menyatakan, jaksa federal bersama angkatan laut Meksiko dan aparat keamanan negara bagian berhasil menyita lokasi tersebut sejak Minggu, 6 September 2026.

Menurut Pemerintah Meksiko, penyidik tengah mendalami dugaan tambang aset kripto itu digunakan untuk menyamarkan aktivitas ilegal. Selain itu, terdapat dugaan pencurian listrik dari bendungan pembangkit listrik tenaga air terdekat.

Tahun lalu, tiga lokasi penambangan turut ditemukan di wilayah pegunungan terpencil tersebut, sehingga kini, otoritas setempat bekerja sama dengan negara bagian tetangga untuk menyelidiki kemungkinan serupa.

"Jaringan kartel narkoba tampaknya telah mencapai tingkat kecanggihan baru," kata Analis Keamanan David Saucedo kepada Reuters.

Ia menambahkan, pengoperasian fasilitas tersembunyi seperti itu membutuhkan keahlian teknis sekaligus pendanaan cukup besar. Sementara itu, Kantor Kejaksaan Federal Meksiko belum akan berkomentar sebelum penyelidikan selesai.

Sebelumnya, penambangan kripto pernah diselidiki sebagai upaya penyamaran asal-usul dana ilegal.

Pada laporan The Block 2019, pernyataan kepatuhan Elliptic mengidentifikasi pembelian perangkat penambangan kripto dengan uang hasil kejahatan agar mendapat aset kripto baru yang asal-usulnya di blockchain terlihat "bersih".

Penambangan Kripto Lekat dengan Pencucian Uang

Studi Chainalysis 2023 oleh The Block juga meneliti dugaan pencucian uang melalui mining pool, layanan penggabungan kekuatan komputasi banyak pihak untuk menambang kripto. Ditemukan alamat deposit bursa kripto penerima dana yang berkaitan dengan serangan ransomware atau penipuan, sekaligus dari aktivitas penambangan.

"Penambangan kripto merupakan bagian penting dari industri kami, tetapi aktivitas ini juga memiliki daya tarik khusus bagi pelaku kejahatan karena memungkinkan mereka memperoleh uang kripto dengan sumber dana yang, di blockchain, tampak sepenuhnya bersih sejak awal," tulis Chainalysis.

Meski kasus-kasus tersebut sudah menunjukkan penyamaran dana melalui aktivitas penambangan, belum ada bukti bahwa operasi di Puebla menggunakan cara yang sama, sehingga penyelidikan mungkin akan difokuskan pada dugaan listrik curian dan pencucian uang.

 

Aliran Dana Kripto Berkaitan dengan Kartel

Otoritas Amerika Serikat sebelumnya menargetkan aliran dana kripto yang berkaitan dengan kartel, meski tidak ditambang. Pada Mei lalu, Departemen Keuangan AS telah menyanksi sebuah jaringan yang diduga milik Armando de Jesus Ojeda Aviles, dengan tuduhan mengumpulkan hasil penjualan narkoba di AS, kemudian menukarnya menjadi aset kripto untuk dikirim kepada Kartel Sinaloa di Meksiko.

Chainalysis memperkirakan alamat kripto ilegal menerima sedikitnya US$ 154 miliar atau Rp 2.712 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.620) sepanjang 2025, didorong oleh transaksi yang melibatkan entitas yang telah disanksi secara resmi.

Meski begitu, aktivitas ilegal masih menyumbang >1% dari total volume transaksi yang dilacak Chainalysis. Angka itu umumnya tidak mencakup pembayaran tradisional kepada pengedar narkoba, kecuali terdapat bukti dana tersebut hasil aktivitas kriminal, karena riwayat transaksi blockchain tidak selalu membedakan transfer ilegal dan sah.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Â