Gedung Putih Sepakat Aturan Etika Clarity Act, Apa Dampak ke Industri Kripto?

Klausul etika Clarity Act mendapat persetujuan Gedung Putih, tetapi detail perubahan aturan masih belum terverifikasi.

Diterbitkan 14 September 2026, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gedung Putih dilaporkan telah menyetujui bahasa baru terkait ketentuan etika dalam Clarity Act, rancangan undang-undang yang tengah menjadi perhatian industri kripto Amerika Serikat.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (14/9/2026), laporan tersebut pertama kali diberitakan Crypto Briefing. Namun, cakupan kesepakatan dan isi sebenarnya dari perubahan klausul etika tersebut masih perlu diverifikasi.

Kesepakatan ini berkaitan dengan ketentuan etika yang melekat pada Clarity Act, sebuah upaya yang dipimpin DPR AS untuk menetapkan aturan bagi pasar aset digital.

Penting dicatat, persetujuan terhadap klausul etika tertentu tidak berarti Gedung Putih telah mendukung seluruh isi Clarity Act. Kesepakatan tersebut juga bukan berarti rancangan undang-undang telah resmi disahkan menjadi hukum.

Hingga kini, atribusi, waktu kesepakatan, serta pihak-pihak yang terlibat secara langsung masih belum sepenuhnya terkonfirmasi berdasarkan bukti yang tersedia.

Perdebatan mengenai aturan etika dalam Clarity Act sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, muncul laporan bahwa Donald Trump menerima peran jaksa agung negara bagian dalam ketentuan etika Clarity Act. Hal itu menunjukkan isu konflik kepentingan telah menjadi salah satu poin penting dalam negosiasi RUU tersebut.

 

Detail Klausul Etika Clarity Act Masih Belum Terungkap

Meski disebut telah mendapat persetujuan Gedung Putih, isi spesifik klausul etika baru dalam Clarity Act belum dipublikasikan dalam bukti yang tersedia.

Karena itu, belum dapat dipastikan kewajiban apa saja yang akan diberlakukan, siapa yang menjadi pihak yang tercakup, serta bagaimana ketentuan tersebut nantinya akan diterapkan.

Versi sebelumnya dari klausul tersebut juga belum tersedia untuk dibandingkan. Dengan demikian, klaim bahwa aturan baru akan memperketat, melonggarkan, atau mengubah ketentuan sebelumnya masih membutuhkan verifikasi terhadap kedua versi teks.

Isu etika telah menjadi salah satu titik tekanan dalam pembahasan Clarity Act selama beberapa bulan terakhir. Perdebatan tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas lobi yang cukup intens dari industri kripto.

Perusahaan kripto dan perbankan diketahui menyasar para senator di negara bagian masing-masing ketika perdebatan mengenai bentuk akhir RUU tersebut semakin menguat.

Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada proses pembahasan Clarity Act di Senat AS. Catatan resmi mengenai RUU tersebut, yakni House Bill 3633, tersedia di Congress.gov dan menjadi rujukan utama untuk memastikan perubahan teks maupun tahapan proseduralnya.