Sukses

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Pantau Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menguat terbatas pada perdagangan saham Kamis, (19/5/2022).

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, kenaikan yang terjadi dalam pola gerak IHSG telah menggeser rentang konsolidasi ke arah lebih baik. “Keseriusan kenaikan akan nampak jika dalam beberapa hari mendatang IHSG masih mampu ditutup di atas level resistancenya secara beruntun,” ujar William.

Ia menuturkan, untuk sementara waktu, IHSG terlihat cukup dapat bertahan dalam zona hijau yang ditunjang oleh aliran dana asing yang masih tercatat secara year to date masuk ke pasar modal Indonesia secara signifikan. Tercatat aksi beli investor asing mencapai Rp 62,94 triliun sepanjang 2022. Pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022 terjadi aksi jual sekitar Rp 280,55 miliar.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat terbatas dengan kisaran 6.636-6.821,” ujar dia dalam catatannya.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.850-.6.900 terlebih dahulu.

“Apabila IHSG break dari 7.000 dengan agresif, IHSG akan membentuk wave B pada label merah ke area 7.032. Meski terkoreksi, koreksi IHSG akan berada pada rentang 6.690-6.735,” kata dia.

Herditya prediksi, IHSG bergerak di level support 6.662,6.480 dan resistance 6.832,6.900.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Saham Pilihan dan Rekomendasi Teknikal

Untuk saham pilihan yang dapat dicermati pelaku pasar, Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Adaro Minerals Tbk (ADMR), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Sementara itu, William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Selain itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness (7.575)

Saham BBCA ditutup menguat 2,4 persen ke level 7.575 dan pergerakannya masih berada di atas MA200 pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022.

“Posisi BBCA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, sehingga BBCA berpeluang melanjutkan penguatannya terlebih apabila menembus 7.700,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 7.375-7.525

Target Price: 7.775, 7.900

Stoploss: below 7.250

 

3 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal

2.PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) - Buy on Weakness (2.430)

Saham  ADMR ditutup terkoreksi 1,6 persen  ke level 2.430 pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022.

“Selama ADMR masih mampu bergerak di atas 2.130 sebagai supportnya, maka posisi ADMR saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (2),” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.290-2.400

Target Price: 2.640, 2.750

Stoploss: below 2.130

 

3. PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) - Spec Buy (1.310)

Saham ESSA ditutup menguat signifikan, sebesar 9,6 persen ke level 1.310 pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022. Namun, ia menilai penguatan ESSA tertahan oleh MA20-nya.

“Kami perkirakan, posisi ESSA saat ini sedang berada pada bagian dari wave B sehingga masih berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Spec Buy: 1.225-1.300

Target Price: 1.400, 1.500

Stoploss: below 1.115

 

4.PT Ciputra Development Tbk (CTRA) - Buy on Weakness (990)

CTRA ditutup terkoreksi 1 persen ke level 990 pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022, dan koreksinya masih tertahan oleh MA200.

“Selama CTRA masih bergerak di atas 950 sebagai supportnya, maka posisi CTRA saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (c) dari wave [iii] di label hitam, sehingga CTRA masih berpeluang berbalik menguat kembali,” kata dia.

Buy on Weakness: 965-990

Target Price: 1,070, 1,140

Stoploss: below 950

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 18 Mei 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tajam pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022. Penguatan IHSG tersebut di tengah aksi jual investor asing.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melambung 2,24 persen ke posisi 6.793,41. Indeks LQ45 menguat 1,18 persen ke posisi 1.016. Seluruh indeks acuan kompak menguat. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.804,90 dan terendah 6.648,94.

Sebanyak 291 saham menguat sehingga angkat IHSG. 208 saham melemah dan 188 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.382.761 kali.

Volume perdagangan 23,3 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 17,3 triliun. Investor asing jual saham Rp 284,88 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.665.

Sebagian besar sektor saham menguat yang dipimpin indeks sektor saham IDXtechno yang naik 5,57 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic mendaki 2,21 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal menanjak 1,41 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy melemah 0,69 persen dan indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,68 persen.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG sejalan dengan bursa saham Amerika Serikat dan regional.

“Penguatan bursa saham Amerika Serikat juga disokong oleh data ritel Amerika Serikat yang baik,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari dalam negeri, penguatan IHSG didorong sentimen rilis neraca perdagangan April yang surplus dan mencetak rekor.

"Secara teknikal pergerakan IHSG ini juga masih inline dengan report teknikal yang kami berikan pagi ini dan sudah mengenai target jangka pendek di 6.750,” ujar dia.