IHSG Sesi Pertama Anjlok 1,29%

Sebanyak 437 saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama, Selasa, (23/6/2026).

Diterbitkan 23 Juni 2026, 12:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada sesi pertama perdagangan saham, Selasa, (23/6/2026). Koreksi IHSG sesi pertama terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah.

Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup turun 1,29% menjadi 6.037,52 pada sesi pertama. Indeks LQ45 melemah 0,47% menjadi 596,39. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.121,77 dan level terendah 6.030,09. Sebanyak 437 saham melemah sehingga bebani IHSG. 221 saham menguat dan 152 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.022.552 kali dengan volume perdagangan saham 11,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.850.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham kesehatan naik 0,91%. Sementara itu, sektor saham keuangan turun 3,03%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,26%, sektor saham basic melemah 0,87%, sektor saham industri tergelincir 0,61%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,32%, sektor saham consumer siklikal susut 0,81%. Lalu sektor saham properti melemah 0,21%, sektor saham teknologi turun 1,31%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,01% dan sektor saham transportasi turun 1,15%.

Di tengah koreksi IHSG, saham TLKM naik 2,39% menjadi Rp 2.570 per saham. Harga saham TLKM dibuka turun 10 poin menjadi Rp 2.500 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.510. Harga saham TLKM berada di level tertinggi Rp 2.580 dan terendah Rp 2.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.860 kali dengan volume perdagangan saham 663.449 saham. Nilai transaksi Rp 169,4 miliar.

Gerak Saham

Harga saham GOTO ditutup stagnan di Rp 50 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.435 kali dengan volume perdagangan 349.414 saham. Nilai transaksi Rp 1,5 miliar.

Harga saham CEKA anjlok 12,11% menjadi Rp 2.250 per saham. Saham CEKA dibuka menjadi Rp 2.330 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 2.560 per saham. Saham CEKA berada di level tertinggi Rp 2.340 dan terendah Rp 2.180 per saham. Total frekuensi perdagangan 409 kali dengan volume perdagangan saham 4.349 saham. Nilai transaksi Rp 957,8 juta.

Harga saham PURA ditutup stagnan di Rp 31 per saham. Saham PURA berada di level tertinggi dan terendah Rp 31 per saham. Total frekuensi perdagangan 65 kali dengan volume perdagangan saham 30.019 saham. Nilai transaksi Rp 93,1 juta.