Liputan6.com, Jakarta - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta masih berjibaku melakukan proses pemadaman kebakaran Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Hingga pukul 01.50 WIB, proses pemadaman masih berlangsung. Api di sisi kanan gedung telah tampak padam, namun kobaran api di bagian depan atas gedung masih terlihat merah menyala.
Petugas mengerahkan dua unit Bronto Skylift untuk menyemprotkan air ke arah lantai gedung yang masih terbakar.
Advertisement
Di halaman gedung, puluhan personel gabungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), BPBD DKI Jakarta, kepolisian, tenaga medis, serta unsur penyelamat lainnya tampak bersiaga.
Sejumlah ambulans dan kendaraan operasional juga disiagakan di sekitar lokasi. Deretan mobil pemadam kebakaran terlihat memenuhi akses menuju gedung, sementara selang berukuran besar membentang di badan jalan untuk mengalirkan air ke titik pemadaman.
Di lokasi, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terlihat tiba untuk memantau proses penanganan kebakaran. Mereka di antaranya Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara, hingga Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto.
Sebelumnya, Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis No. 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam.
Berdasarkan data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima pada pukul 21.30 WIB melalui layanan Jakarta Siaga 112. Petugas kemudian mengerahkan dua unit sebagai respons awal.
Warga Dengar Dua Kali Ledakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318678/original/083581200_1786128701-WhatsApp_Image_2026-08-08_at_01.35.55__1_.jpeg)
Seorang pegawai SPBU di Jalan Abdul Muis yang berada tepat di samping Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mengaku mendengar dua kali suara ledakan keras sesaat sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian atas gedung pada Jumat (7/8/2026) malam.
Pegawai SPBU bernama Faris (27) mengatakan, saat kejadian SPBU masih beroperasi normal karena melayani pelanggan selama 24 jam. Ia bersama rekan-rekannya berada di dalam area SPBU seketika tiba-tiba terdengar suara ledakan sekitar pukul 21.30 WIB.
“Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam, enggak tutup. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah,” kata Faris di lokasi.
Awalnya, Faris mengira ledakan berasal dari sekitar SPBU. Namun, setelah melihat ke arah gedung, ia mendapati kobaran api sudah membesar di lantai atas.
“Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan, setelah itu bunyi meledak lagi. Pas saya liat di atas itu udah nyala gede,” ujar Faris.
Faris bilang, mendengar dua kali ledakan dengan suara cukup keras sebelum api semakin membesar. “Iya ada dua kali ledakan yang gede, itu yang saya denger ya,” ucap dia.
Advertisement
SPBU Ditutup
Menyadari besarnya kobaran api, saat itu juga seluruh pegawai SPBU langsung menghentikan aktivitas operasional. Mereka mematikan aliran listrik dan mengevakuasi diri sebagai langkah antisipasi apabila api maupun material bangunan menjalar ke area SPBU.
“Yaudah langsung pada teriak keluar, keluar, keluar. Bubar, matiin semua listriknya. Karena kita takut ada yang jatuh ke sini terus kena ke SPBU,” kata Faris.
Keterangan serupa disampaikan warga sekitar, Yusuf (42). Ia juga mengaku mendengar suara ledakan sebelum melihat kobaran api membakar gedung.
“Ada, ada saya denger suara ledakan terus keluar udah nyala. Tapi awalnya cuma di belakangnya doang,” kata Yusuf.
Menurutnya, api kemudian dengan cepat merambat ke sisi-sisi bangunan. Ia menduga hembusan angin mempercepat penyebaran kobaran api.
“Eh terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Jadi dia ke samping-samping juga kebakar,” ujarnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4529326/original/039044100_1691417008-IMG_4489.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318452/original/095120500_1786096948-Screenshot_2026-08-07_170145.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318679/original/096973500_1786128701-WhatsApp_Image_2026-08-08_at_01.35.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318683/original/024480000_1786130702-Desain_tanpa_judul__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318678/original/083581200_1786128701-WhatsApp_Image_2026-08-08_at_01.35.55__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318664/original/080606200_1786123334-IMG_3392.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318665/original/039881100_1786123337-IMG_3400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318663/original/062151800_1786122603-Lebaskskdkdkdk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318650/original/053651900_1786119815-Hshsh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318630/original/040776900_1786116540-Kebakaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317521/original/014835700_1786018423-968969.jpg)