Gibran Kecam Pegawai SPPG Bantul yang Ejek Siswi Korban Keracunan MBG

Gibran mengecam keras aksi oknum pegawai SPPG Bantul yang melempar candaan dan merundung siswi korban keracunan MBG asal Kabupaten Karo.

Diterbitkan 21 September 2026, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gibran mengecam perundungan oknum SPPG Bantul terhadap siswi korban keracunan MBG.
  • Oknum tersebut mengolok-olok kondisi korban keracunan, termasuk gangguan ingatan.
  • Gibran mengonfirmasi kondisi kedua siswi korban keracunan kini membaik dan kembali sekolah.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyesalkan aksi perundungan yang dilakukan oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul terhadap siswi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Lewat unggahan di akun Instagram resminya @gibran_rakabuming, Senin (21/9/2026), Gibran memuat foto wajah pegawai tersebut seraya menegaskan pentingnya menjaga etika dan kepekaan di ruang publik.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," ujar Gibran.

Kritik tajam Wapres dipicu oleh beredarnya rekaman video yang memperlihatkan pegawai SPPG Bantul sedang menyantap chicken katsu sisa masakan sehari sebelumnya.

Dalam video itu, ia melempar gurauan bahwa dirinya mengalami hilang ingatan sebesar 70 persen.

Ucapan tersebut dinilai mengolok-olok kondisi Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua siswi asal Karo yang sempat mengalami keracunan makanan program MBG. 

Febiona sendiri dilaporkan sempat mengalami gangguan ingatan pasca-insiden keracunan tersebut.

 

Kondisi Pelajar Keracunan Membaik

Dalam kesempatan yang sama, Gibran menyampaikan apresiasi kepada Tim Dokter RSCM, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Sumatera Utara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan medis kedua korban.

Gibran mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan kedua siswi tersebut kini sudah berangsur membaik dan siap kembali mengecap pendidikan.

"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan akan masuk sekolah kembali," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6