Gibran: Kritik Pemerintah Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

Gibran Respon Survei Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah: Kritik Dijawab dengan Kerja Nyata

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gibran menghargai survei Celios sebagai evaluasi perbaikan kinerja pemerintah.
  • Survei Celios menunjukkan 75% responden stres akibat kebijakan pemerintah.
  • Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga, sulit kerja, dan penegakan hukum.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil survei Center of Economic and Law Studies (Celios) terkait evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menyebut hasil survei, kajian, dan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja.

"Saya menghargai setiap hasil survei, kajian, maupun kritik yang disampaikan oleh masyarakat dan lembaga independen. Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," kata Gibran dalam keterangan yang dibagikan Sekretariat Wakil Presiden, Rabu (14/10/2026).

Menurut Gibran, kritik terhadap pemerintah, termasuk yang ditujukan kepadanya, harus dijawab dengan peningkatan kinerja. Pemerintah juga perlu mengevaluasi kebijakan dan cara kerja agar kehadirannya semakin dirasakan masyarakat.

"Kritik yang disampaikan kepada pemerintah, termasuk kepada saya, harus dijawab dengan kerja yang lebih baik," ujarnya.

Dia menambahkan, evaluasi dan perbaikan kebijakan diperlukan untuk memastikan pemerintah mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Survei Celios Soal Kinerja Pemerintah

Sebelumnya, Celios bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (11/10/2026).

Dalam peluncuran laporan tersebut, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa 75 persen dari 1.122 responden mengaku mengalami stres akibat kebijakan pemerintah.

Menurut Bhima, sejumlah persoalan yang banyak dikeluhkan responden meliputi kenaikan harga kebutuhan pokok, kesulitan memperoleh pekerjaan, dan penegakan hukum.

Survei tersebut juga melibatkan 129 responden ahli dari berbagai provinsi di Indonesia. Secara keseluruhan, kinerja Prabowo memperoleh nilai 4,6 dari skala 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum dan 2,8 berdasarkan penilaian ahli.

Sementara itu, Gibran memperoleh nilai 4,9 dari masyarakat umum dan 2,2 dari kalangan ahli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6