Sukses

Laba Bersih Bayan Resources Meroket 386,65 Persen pada Semester I 2021

Liputan6.com, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan pendapatan sebesar USD 1,02 miliar atau sekitar Rp  14,8 triliun (kurs (Rp 14.454 per USD) pada semester I-2021. Raihan pendapatan ini naik 47,14 persen yoy dibandingkan pendapatan pada periode yang sama di 2020 sebesar USD 695,72 juta atau sekitar Rp 10,06 triliun.

Merujuk laporan keuangan Perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/7/2021), PT Bayan Resources Tbk berhasil menekan beban pokok pendapatan dari USD 505,01 juta pada semester I-2020, menjadi USD 431,98 juta pada semester  I- 2021.

Dengan demikian, Perseroan mencatatkan laba bruto sebesar USD 591,7 juta. Setelah dikurangi beban penjualan dan lainnya, Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 337,05 juta atau Rp 4,87 triliun, naik 386,85 persen dari periode yang sama di 2020 sebesar USD 62,23 juta atau sekitar Rp 1 triliun.

Dari sisi aset perseroan hingga Juni 2021 tercatat sebesar USD 1,53 miliar. Rinciannya, sebesar USD 616,09 juta merupakan aset lancar. Sedangkan sisanya sekitar USD 912,74 juta merupakan aset tidak lancar.

Liabilitas PT Bayan Resources Tbk tercatat sebesar USD 583,4 juta, atau selisih 23 persen dibandingkan liabilitas di semester I-2020 sebesar USD 785,2 juta.

Perseroan menjelaskan, penurunan ini disebabkan adanya pembayaran lebih awal senior notes, penurunan liabilitas derivatif karena nilai wajar yang lebih baik dan penurunan liabilitas sewa.

Diimbangi dengan meningkatnya utang pajak karena profitabilitas, pinjaman jangka pendek karena pinjaman baru dan akrual. Sementara ekuitas PT Bayan Resources Tbk tercatat sebesar USD 945,5 juta.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham BYAN

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merosot 0,69 persen ke posisi Rp 14.400 per saham. Saham BYAN dibuka naik 200 poin ke posisi Rp 14.700 per saham.

Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 14.800 dan terendah Rp 14.250 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 147 kali dengan volume perdagangan 1.070. Nilai transaksi harian saham Rp 1,6 miliar.