IHSG Tersungkur 2,7% pada Awal Sesi Kedua, 626 Saham Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terperosok pada sesi kedua perdagangan saham, Senin, (12/10/2026).

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada pembukaan perdagangan saham sesi kedua,Senin, (12/10/2026). IHSG hari ini tertekan seiring 620 saham melemah dan sentimen eksternal di Timur Tengah.

Mengutip data RTI, pada sesi kedua saat dipantau pukul 13.54 WIB, IHSG merosot 2,75% menjadi 5.926. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,95% menjadi 589. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.128,72 dan terendah 5.921,70. Sebanyak 626 saham melemah sehingga menekan IHSG. 102 saham mengaut dan 63 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot didorong konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Houthi menyerang Arab Saudi dan diperkirakan Amerika Serikat (AS) akan turut membantu Arab. “Di sisi lain, pasar cenderung menanti aka nada rilis data inflasi China dan Amerika Serikat pada 14 Oktober 2026,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan dari sentimen internal, Herditya belum ada yang mempengaruhi IHSG.  Adapun koreksi IHSG yang terjadi, menurut Herditya merupakan level terendah sejak September 2026. “Jadi dikatakan wajar atau tidaknya (penurunan IHSG-red) menurut kami yang relatif saja karena memang pergerakannya masih downtrend,” kata dia.

Sementara itu,total frekuensi perdagangan saham 1.322.778 kali dengan volume perdagangan saham 48,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.895.

Seluruh sektor saham masih kompak tertekan. Sektor saham energi melemah 4,85%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 3,16%, sektor saham industri tergelincir 3,69%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal tertekan 0,96%, sektor saham siklikal melemah 2,7%.

Selanjutnya, sektor saham kesehatan terpangkas 1,09%, sektor saham keuangan tergelincir 1,22%. Lalu sektor saham properti terperosok 1,65%, sektor saham teknologi melemah 2,02%, sektor saham infrastruktur turun 4,71% dan sektor saham transportasi tergelincir 2,46%.

 

Gerak Saham

Pada sesi kedua, saham RAJA tergelincir 9,02% menjadi Rp 605 per saham. Saham RAJA dibuka stagndn di Rp 665 per saham. Harga saham RAJA berada di level tertinggi Rp 675 dan terendah 590 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.515 kali dengan volume perdagangan saham 424.602 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,9 miliar.

Harga saham PIPA melemah 6,38% menjadi Rp 132 per saham. Harga saham PIPA dibuka menguat satu poin menjadi Rp 142 per saham. Saham PIPA berada di level tertinggi Rp 144 dan terendah Rp 129 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.323 kali dengan volume perdagangan saham 175.860 saham. Nilai transaksi Rp 2,4 miliar.

Harga saham DMAS merosot 2,17% menjadi Rp 180 per saham. Harga saham DMAS dibuka naik satu poin menjadi Rp 185 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 186 dan terendah Rp 179 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.365 kali dengan volume perdagangan saham 922.571 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,7 miliar.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Perdagangan Saham
  • IHSG Hari Ini
  • timur tengah