Sukses

Terungkap, Warren Buffett Menyesal Lepas Saham Apple

Liputan6.com, Jakarta - Warren Buffett hanya ingin meminta maaf. CEO Berkshire Hathaway blak-blakan membuat pengakuan pada rapat tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway Inc yang digelar Sabtu, 1 Mei 2021.

Salah satunya menyesal jual saham Apple Inc. Selain itu, keadaan seputar saham maskapai yang dilepas dan gagal di perawatan kesehatan.

"Itu mungkin kesalahan,” kata Buffett tentang keputusannya menjual sebagian saham Apple pada tahun lalu, dilansir dari Bloomberg, Minggu (2/5/2021).

Langkah tersebut juga dianggap sebagai kesalahan oleh mitra bisnisnya Charlie Munger yang memberi tahu Buffett tentang pandangannya dengan cara yang biasa-biasa saja.

Buffett (90) tidak asing dengan penyesalan. Sebagian dari surat pemegang sahamnya pada Februari terutama untuk menjelaskan kesalahan “besar” dalam membayar lebih untuk produsen suku cadang pesawat Precision Castparts.

Namun, pertemuan tahunan pada 2021 dibumbui dengan pengakuan salah langkah. Bahkan setelah perusahaan mencatat kinerja yang kuat dengan pendapatan mencapai level tertinggi kedua sejak 2010.

“Dia dan Charlie selalu berusaha untuk mengakui kesalahan dan menghadapi kesalahan mereka. Buffett juga terus berusaha mengingatkan kami dengan lembut sebagian besar uang Berkshire diinvestasikan dengan baik,” ujar James Armstong, yang mengelola aset termasuk saham Bershire.

2 dari 4 halaman

Alasan Lepas Saham Maskapai

Miliarder Warren Buffett juga menghadapi pertanyaan tentang mengapa Berkshire tidak memanfaatkan penurunan pasar untuk mengambil lebih banyak saham dengan harga tertekan.

Sebaliknya, Warren Buffett melepas saham maskai karena pandemi COVID-19 membatasi perjalanan. Pihaknya juga memangkas kepemilikan di bank pada akhir tahun.

Saham Delta Airlines Inc dan Southwest Airline Co, dua maskapai yang dimiliki Bershire Hathaway kemudian menguat lebih dari 45 persen.

"Saya tidak menganggapnya sebagai momen yang bagus dalam sejarah Berkshire,” tutur dia.

Ia menambahkan, pemulihan ekonomi telah melampaui harapan mereka. Hal ini dinilai berkat langkah-langkah stimulus pemerintah.

Selain itu, ia menuturkan, akan sulit bagi operator maskapai itu mendapatkan bantuan federal yang menyelamatkan mereka jika investor kaya dianggap sebagai pemegang saham yang signifikan di perusahaan tersebut. Ia masih tidak akan investasi di maskapai karena tekanan saat ini pada perjalanan.

3 dari 4 halaman

Buffett Prediksi SPAC Tak Bertahan Lama

Kesepakatan Buffett lainnya juga termasuk bertaruh pada aset gas alam. Ia tidak melakukan akuisisi substansial apa pun meski ada tekanan pandemi COVID-19 pada beberapa bisnis.

Sementara itu, Munger menuturkan,  akan menjadi standar terlalu tinggi untuk berpikir manajer keuangan selalu dapat menentukan waktu tepat menempatkan banyak dana di pasar dan untuk bekerja.

Selain itu, ada juga contoh investasi lainnya yang disesali antara lain di perusahaan asuransi mobil Geico yang terlambat mengadopsi telematika. Perangkat yang digunakan untuk melacak pengemudi dan memberikan penghargaan kepada mereka untuk perilaku lebih baik.

"Geico jelas ketinggalan bus dan terlambat apresikasi nilai telematika. Mereka menyadari fakta telematika memainkan peran besar dalam mencocokkan tingkat risiko.

Jain juga menilai, perusahaan asuransi telah meremehkan risiko pandemi COVID-19. “Industri kemungkinan akan lebih canggih dalam memikirkan risiko pandemi COVID-19

Buffett juga menambahkan, ledakan di SPAC atau perusahaan akuisisi tujuan khusus mungkin tidak akan bertahan lama.

Sementara itu, Munger membidik mata uang kripto yang melonjak secara harian. "Ini benar-benar mengibarkan bendera merah pada banteng,” kata Munger.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini