Sukses

IHSG Tumbuh Positif, Menko Airlangga Sebut Kepercayaan Investor Mulai Pulih

Liputan6.com, Jakarta - Sentimen neraca perdagangan 2020 dinilai berdampak positif untuk laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  pada awal 2021. Sepanjang 2020, neraca perdagangan surplus USD 21,74 miliar, tertinggi sejak  2011.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan, kinerja IHSG sudah kembali menguat bahkan berada di posisi sebelum pandemi COVID-19. Per 25 Januari 2021, IHSG juga termasuk dalam lima indeks saham yang terbaik dibandingkan negara peers, di bawah Korea Selatan, India, Brazil, dan Jepang), yakni pada level 6.258.

"Di indeks harga saham gabungan, kita melihat di bulan Januari ini sudah membaik. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor juga aware terhadap situasi di Indoneisa,” kata Menko dalam Webinar Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, merujuk pada indeks 100 per 31 Maret 2020, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang mampu menjaga pergerakan nilai tukar dibandingkan dengan negara-negara lain. Per 25 Januari 2021, Rupiah tercatat mencapai 14.023 per USD.

"Kita melihat pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung program pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19 dalam sidang kabinet yang lalu, paripurna, dan dalam rapat-rapat kami," kata Menko Airlangga.

Di sisi lain, Menko Airlangga menuturkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mendata angka terkait alokasi pemulihan ekonomi pada 2021 sebesar Rp 553 triliun, dibandingkan realisasi di 2020 sebesar Rp 579 triliun.

“Artinya pemerintah sudah melihat bahwa pemulihan ekonomi di 2021 ini memerlukan support yang sama dengan tahun 2020,” ujar Menko Airlangga

2 dari 3 halaman

Pembukaan IHSG pada 26 Januari 2021

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada awal sesi perdagangan. Hal ini mengikuti bursa saham Asia yang tertekan pada Selasa, 26 Januari 2021.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG melemah tipis 0,09 persen atau 5,8 poin ke posisi 6.252,71. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG turun terbatas 6,7 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.252. Indeks saham LQ45 melemah 0,48 persen ke posisi 983,57. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 145 saham merosot sehingga menekan IHSG. 166 saham diam di tempat dan 87 saham menghijau. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.259,62 dan terendah 6.219,75.

Total frekuensi perdagangan 65.653 kali dengan volume perdagangan 792 juta saham dan nilai transaksi Rp 795 miliar. Investor asing jual saham Rp 93,74 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 14.019.

10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham keuangan merosot 0,94 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi turun 0,79 persen dan sektor saham industri dasar menguat 0,80 persen.

Saham-saham yang catat penguatan terbesar atau top gainers di tengah tekanan IHSG antara lain saham LAND naik 24,51 persen ke posisi Rp 254 per saham, saham GLOB melonjak 24,44 persen ke posisi Rp 336 per saham, saham BNLI mendaki 14,58 persen ke posisi Rp 2.750 per saham, saham PCAR menanjak 11,11 persen ke posisi Rp 650 per saham, dan saham POLI mendaki 6,3 persen ke posisi Rp 840 per saham.

Saham-saham yang turun tajam atau top losers antara lain saham PPGL turun 9,6 persen ke posisi Rp 113 per saham, saham AGRO tergelincir 6,98 persen ke posisi Rp 1.000 per saham, saham KAEF merosot 6,97 persen ke posisi Rp 3.870 per saham, dan saham AGII susut 6,94 persen ke posisi Rp 1.610 per saham.

Pada awal perdagangan, saham yang dibeli investor asing antara lain saham ASII sebanyak Rp 6 miliar, saham TPIA sebanyak Rp 3,1 miliar, saham ACST sebanyak Rp 2,9 miliar, saham WIKA sebanyak Rp 1,7 miliar, dan saham BMRI sebanyak Rp 1,3 miliar.

Bursa saham Asia kompak melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 1,3 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 1,62 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,72 persen.

Lalu indeks saham Shanghai merosot 0,72 persen, indeks saham Singapura susut 0,58 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,34 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, kebijakan pemerintah memperpanjang pemberlakuan penerapan kebijakan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021, dan kenaikan kasus COVID-19 picu sentimen negatif di pasar. Selain itu, pelaku pasar juga menanti hasil rapat the Federal Reserve.

“Hasil rilis FDI kuartal IV yang di atas ekspektasi pasar seyogyanya memberikan katalis positif bagi indeks,” kata Nafan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini