Laju IHSG Bergantung BI Rate

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.430-5.450 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Diterbitkan 17 Maret 2015, 07:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak variatif pada perdagangan Selasa (17/3/2015). Minimnya sentimen positif membuat IHSG bergerak tak menentu.

Kepala Riset PT Sucorinvest Gani, Maxi Liestyaputra mengatakan, saat ini pelaku pasar masih memperhitungkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai acuan akumulasi saham.

"Kemarin tutup plus 8 poin. Saya lihat katalis positifnya belum ada. Masih cenderung fluktuatif apalagi rupiah masih melemah," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Maxi mengatakan, kondisi rupiah saat ini yang menembus 13.200 per dollar AS belum menjadi pendorong gerak indeks saham. Selain itu, rilis neraca perdagangan juga belum dapat mengangkat IHSG.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data neraca perdagangan untuk Februari 2015. Dalam laporan tersebut diketahui neraca perdagangan mengalami surplus sebanyak US$ 740 juta. Surplus perdagangan didongkrak oleh sektor migas sebesar US$170 juta dan non migas US$ 570 juta.

"Neraca perdagangan belum menggerakan pasar. Ada spekulasi pelemahan rupiah karena The Fed," ujar Maxi.

Menurut Maxi, IHSG hari ini akan bergerak pada level support 5.430. Sedangkan IHSG level resistance di 5.450.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan bergerak menguat di kisaran level 5.417-5.468 pada Selasa pekan ini. Sentimen dalam negeri yang akan mempengaruhi IHSG antara lain menunggu rilis data suku bunga acuan/BI Rate yang diperkirakan stagnan ke level 7,5 persen.

Sedangkan dari Amerika Serikat (AS) akan merilis data industrial production yang diperkirakan ke level 0,15 persen MoM dari sebelumnya di level 0,2 persen. Sedangkan Jepang akan merilis interest rate decision yang diperkirakan stagnan.

Untuk pilihan saham, Maxi merekomendasikan beberapa saham kepada pelaku pasar seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT PP Tbk (PTPP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). (Amd/Ahm)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg