Vila di Tretes Jadi Markas Sindikat Scam Modus Agen FBI

Para korban yang dijadikan operator dijanjikan gaji dua digit.

Diterbitkan 05 November 2026, 12:39 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tawaran pekerjaan bergaji menggiurkan sebesar USD 1.000 (sekitar Rp 16 juta) per bulan, berujung pada penderitaan psikologis dan fisik bagi puluhan warga negara asing (WNA). Alih-alih menjadi operator call center di Kamboja seperti yang dijanjikan, 22 WNA asal Filipina dan Taiwan justru dipaksa menjadi budak penipuan daring (scamming) dengan menyamar sebagai agen FBI untuk memeras warga lanjut usia di Amerika Serikat. Para sindikat bermarkas di Tretes, Kabupaten Pasuruan.

​Sindikat perdagangan orang lintas negara (human trafficking) ini berhasil dibongkar jajaran Polres Mojokerto dalam serangkaian operasi senyap yang digelar sejak 29 September hingga 2 Oktober 2026.

​Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengungkapkan, kasus ini bermula dari modus operandi klasik TPPO yang memanfaatkan media sosial. Para korban direkrut melalui akun Facebook dan menjalani wawancara daring via Telegram sebelum diberangkatkan menggunakan rute penyamaran yang licin.

​"Modusnya klasik TPPO. Korban diiming-imingi gaji besar dan pekerjaan bagus di Kamboja. Setelah wawancara via Telegram, mereka diberangkatkan dengan dokumen dan rute yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dijanjikan," ujar Erik kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

​Kasus ini terkuak lewat pengakuan salah satu korban berinisial JR, warga asal Filipina. Direkrut pada Juni 2026 oleh seseorang berinisial KN, JR diinstruksikan datang ke Hotel Hilton Manila pada 8 Juli 2026.

​Di sana, JR diberikan tiket pesawat menuju Singapura dan dokumen perjalanan janggal dengan tujuan akhir Fiji, di mana profesinya direkayasa tertulis sebagai seorang penata rambut. Bersama seorang rekan berinisial JD, JR terbang melalui Bandara Changi Singapura sebelum akhirnya mendarat di Bandara Juanda, Surabaya, pada 9 Juli 2026.

​Setibanya di Indonesia, mata rantai sindikat bergerak. Paspor korban disita, sempat dibawa ke kantor imigrasi, lalu digelandang menggunakan mobil sedan putih menuju kawasan tersembunyi di Villa Bromo, Tretes, Kabupaten Pasuruan.

​Selama Juli hingga September 2026, para korban di bawah kendali seorang pria berkebangsaan Malaysia berinisial KG yang dibantu dua penerjemah berinisial H dan R dipaksa bekerja di bawah tekanan ekstrem.

"Mereka dibekali iPhone 12 dan dipaksa menjalankan operasi penipuan global dengan menyasar manula keturunan Jepang yang tinggal di Amerika Serikat," tambah Erik.

​Kedok sindikat internasional ini akhirnya terbongkar berkat insting bertahan hidup dan keberanian JR. Menjelang rencana pemindahan lokasi akibat terendus aparat, JR bersama WNA lainnya dipindahkan ke Hotel Grand Whiz Trawas dan Hotel Royal Trawas pada 28 September 2026.

​Tepat pukul 02.00 WIB keesokan harinya (29/9/2026), JR nekat keluar kamar dan melarikan diri untuk mencari pertolongan petugas keamanan demi bisa terhubung dengan Kedutaan Besar Filipina.

"Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Polsek Trawas dan Satreskrim Polres Mojokerto," paparnya.

​Gerak cepat polisi membuahkan hasil masif. Pada hari yang sama, petugas mengamankan dua WNA Taiwan di Bandara Juanda saat hendak kabur ke Singapura. Pengembangan berlanjut hingga 2 Oktober 2026, di mana polisi menyergap 20 WNA Filipina dan satu WNA Taiwan di wilayah Bondowoso.

​Total sebanyak 22 WNA 20 warga Filipina dan 2 warga Taiwan berhasil diselamatkan dalam operasi lintas wilayah ini. Polisi kini tengah mendalami jaringan yang lebih luas, mencakup aktor intelektual di balik perekrutan, pengangkutan, hingga fasilitator penampungan.

​"Guna penanganan hukum yang komprehensif, perkara ini resmi dilimpahkan ke Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Timur," tambahnya.

​Di sisi lain, jajaran kepolisian memastikan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) dan perlindungan penuh terhadap para korban. Berkat koordinasi yang sigap, seluruh WNA yang menjadi korban TPPO tersebut akhirnya berhasil dipulangkan ke negara asal mereka dengan selamat pada 7 Oktober 2026 lalu.