Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah antisipasi.
Perkembangan terbaru, seluruh jalur pendakian gunung di wilayah Jateng diminta ditutup sementara. Langkah ini untuk mencegah kebakaran meluas dan menghindari jatuhnya korban jiwa.
Dugaan kebakaran akibat kelalaian manusia menjadi perhatian serius pemerintah. Aktivitas pendaki, petani dan masyarakat di kawasan pegunungan, juga diminta dibatasi. Terutama yang berpotensi memicu munculnya api di tengah kondisi rawan kebakaran.
Advertisement
Permintaan penutupan sementara tersebut, menyasar jalur pendakian di sejumlah gunung di Jawa Tengah. Antara lain Gunung Lawu, Merbabu, Sumbing, Sindoro, dan Slamet. Kebijakan ini ditempuh sebagai pencegahan selama penanganan karhutla berlangsung.
Â
Ulah Manusia di Balik Kobaran Api
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380648/original/079470400_1792729090-IMG-20261021-WA0089_1_.jpg)
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan dugaan awal kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing mengarah pada faktor manusia. Karena itu, pembatasan aktivitas di kawasan gunung dinilai perlu dilakukan untuk menekan risiko kebakaran susulan.
"Dari dua kejadian gunung terbakar ini, dugaan awal itu human error. Artinya, aktivitas di gunung, baik petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalkan, terutama penggunaan api di atas," ujar Bergas di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Penggunaan api di kawasan hutan dan savana kata Bergas, berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat membuat api cepat merambat, terutama saat musim kering.
Menurut Bergas, pembatasan aktivitas tersebut tidak hanya bertujuan melindungi kawasan hutan saja. Namun juga mencegah kebakaran mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung.
Bergas menegaskan, koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait telah dilakukan untuk memperkuat langkah pencegahan.
'Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional dan Perhutani, " terang Bergas yang dikutip pada Jumat (23/10/2026).
"Dari Polda sudah kami tindak lanjuti. Dinas terkait, yakni Dinas LHK, juga sudah menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani serta memberikan tembusan kepada TNI-Polri untuk pembatasan atau pelarangan aktivitas di gunung. Untuk sementara waktu," paparnya.
Â
Advertisement
152 Pendaki Gunung Sumbing Dievakuasi
Ancaman karhutla terhadap keselamatan manusia terlihat dalam kebakaran di Gunung Sumbing. Saat api melanda kawasan tersebut, sebanyak 152 pendaki masih berada di gunung sehingga harus dievakuasi.
Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan penting untuk membatasi kegiatan pendakian. Jika kebakaran meluas hingga mendekati jalur pendakian atau menghambat akses evakuasi, keselamatan pendaki semakin terancam dan proses penyelamatan berpotensi menghadapi kendala.
Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, membenarkan pihaknya telah mengirimkan surat imbauan kepada pengelola pos pendakian di seluruh wilayah Jateng.
Surat DLHK Provinsi Jawa Tengah Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal 21 Oktober 2026 tersebut berisi permintaan penutupan sementara jalur pendakian gunung serta penyiapan lahan tanpa bakar.
Heru menjelaskan, langkah itu merupakan tindak lanjut atas meningkatnya kejadian karhutla yang mengancam keselamatan manusia, kelestarian ekosistem hutan lindung dan kawasan konservasi, serta kualitas lingkungan hidup.
"Kejadian di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, yang disampaikan Bapak Kapolda, indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah," kata Heru.
Ia menegaskan, penutupan sementara dimaksudkan untuk mengurangi risiko insiden serupa selama kondisi di kawasan pegunungan masih rawan kebakaran.
Kebijakan tersebut juga mengacu pada penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026.
Â
Api Lawu Mendekati Permukiman
Di tengah upaya membatasi aktivitas masyarakat, pemadaman karhutla di Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng terus dilakukan.
Di Gunung Lawu, petugas mengerahkan pemadaman melalui jalur darat dan dukungan udara menggunakan metode water bombing atau pengeboman air. Petugas juga berupaya membuat sekat untuk menghambat pergerakan api agar tidak semakin meluas.
Bergas mengungkapkan, sejumlah titik kebakaran di Gunung Lawu telah berjarak sekitar lima kilometer dari permukiman warga.
Kondisi ini membuat pengendalian api menjadi prioritas untuk mencegah kebakaran menjalar dan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi masyarakat.
Untuk memperkuat pemadaman, Pemprov Jateng telah mengirimkan surat pengajuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar satu unit helikopter yang beroperasi di Gunung Lawu dapat dialihkan ke Gunung Sumbing.
Dukungan udara tersebut diharapkan membantu mempercepat pemadaman di Sumbing, sehingga penanganan kebakaran di kedua gunung dapat berjalan lebih optimal.
Â
Advertisement
Penutupan Jalur Pendakian Bertahap
Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda, mengatakan penutupan jalur pendakian di seluruh wilayah Jateng masih berupa imbauan. Langkah tersebut merupakan upaya pencegahan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat karhutla.
"Teman-teman di pos pendakian sudah menutup jalur pendakian di gunung yang mengalami kebakaran. Untuk gunung lainnya, saya rasa sudah ada juga. Penutupan harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan eskalasi dan kondisi di lapangan, tidak bisa tiba-tiba langsung ditutup," katanya.
Basya menjelaskan, Polda Jateng telah menginstruksikan seluruh polres di wilayah Jawa Tengah untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan sejak tiga bulan lalu. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dan mengacu pada evaluasi kejadian kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, imbauan untuk membatasi aktivitas dan menutup jalur pendakian di seluruh Jawa Tengah kembali disampaikan setelah kebakaran terjadi di Gunung Lawu.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Jateng kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kebakaran serupa terjadi di kawasan pegunungan lainnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing melalui BNPB.
"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Saya sudah cek ke sana, sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama," kata Ahmad Luthfi beberapa hari lalu.
Pemerintah berharap penutupan sementara jalur pendakian dan pembatasan aktivitas masyarakat dapat menekan risiko munculnya titik api baru selama proses pemadaman berlangsung.
Masyarakat, pendaki, dan petani di kawasan pegunungan juga diimbau tidak menggunakan api secara sembarangan, terutama di sekitar hutan dan lahan yang vegetasinya mudah terbakar.
Kewaspadaan seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah karhutla semakin meluas, melindungi ekosistem pegunungan, dan menjaga keselamatan warga di sekitar kawasan terdampak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066076/original/004010200_1656393110-Rampok1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7915199/original/007053000_1780746673-87a95eff-89b4-4b3c-ac8b-2122d6b93d4b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380647/original/044912600_1792729090-IMG-20261023-WA0040.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380616/original/082183500_1792727784-1001786012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380607/original/075279900_1792727121-Dokumen_Polsek_Rumpin.jpg)