Duduk Perkara Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Pendemo, Diperiksa Propam

Peristiwa bermula saat Asky mendampingi Rudy dan rombongan datang ke masjid untuk melaksanakan salat Magrib.

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 20:26 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sudarno, tim ahli Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud mengungkapkan duduk perkara persoalan antara Briptu Asky Rizal Toding dengan mahasiswa di kompleks Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Senin (19/10/2026).

Peristiwa bermula saat ajudan mendampingi Rudy dan rombongan datang ke masjid untuk melaksanakan salat Magrib.

Di waktu bersamaan, sejumlah mahasiswa berkerumun di lokasi kejadian. Sudarno menilai, para mahasiswa kemudian mengadang Rudy.

"Diadang mahasiswa. Pintu masuk diadang mahasiswa, divideo dan diceletukin," kata kepada Liputan6.com, Kamis (22/10/2026).

Para mahasiswa bertanya mengapa Rudy tidak menemui saat mereka demo. Asky kemudian berusaha membuka jalan untuk Rudy. Saat itulah Asky menyenggol salah satu mahasiswa.

"Asky mengamankan karena waktu Magrib sempit, sementara ada mahasiswa yang mengejar gubernur. Kemudian Ditahan Asky," bebernya.

Sudarno mengaku video singkat yang beredar di sosial media tidak merekam secara utuh peristiwa yang terjadi. Dia menilai video tersebut yang digunakan untuk provokasi.

Pihaknya kemudian mem-publish rekaman CCTV di area masjid yang dinilainya menampilkan informasi utuh mulai saat Rudy datang.

Sudarno juga membantah adanya perampasan ponsel dalam peristiwa tersebut.

"Enggak ada perampasan handpnone, itu dusta," ucapnya.

Asky kini dikembalikan ke kesatuan dan menjalani proses pemeriksaan di Propam Polda Kaltim.

"Itu dikembalikan ke kesatuannya. Nanti kesatuannya kemudian mengambil kebijakan," terang Sudarno.

Sudarno membantah pemecatan Asky. Propam Polda Kaltim sedang melakukan investigasi. Sehingga keputusan terkait persoalan ini sepenuhnya berdasarkan hasil investigasi.

"Ini masih diinvestigasi Propam Polda," lanjutnya.

Sudarno juga membantah adanya arogansi yang dilakukan Asky. Menurutnya, potongan video yang beredar merupakan provokasi dan tidak menjelaskan peristiwa secara utuh.

"Itu pada posisi framing, asli provokasi," terang Sudarno.

 

Permintaan Maaf Asky

Usai videonya viral di media sosial, Asky akhirnya meminta maaf. Dalam sebuah tayangan video, dirinya meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan dan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," katanya.

Asky mengaku tindakan itu dilakukannya secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun.

"Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," pungkasnya.