Pemerintah Gembleng Integritas Ribuan Tenaga Pengajar Sekolah Rakyat

Materi antikorupsi akan menjadi perhatian khusus, terutama bagi tenaga administrasi yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan keuangan sekolah.

Diterbitkan 29 September 2026, 02:03 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta -

Sebanyak lebih dari 7.000 tenaga kependidikan Sekolah Rakyat yang dinyatakan lolos seleksi akan menjalani program pembekalan sebelum resmi bertugas.

Selain penguatan kompetensi, peserta bakal dibekali materi antikorupsi, pencegahan judi online, serta perlindungan anak dari kekerasan dan kejahatan seksual.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pembekalan ini krusial untuk memastikan seluruh tenaga kependidikan memahami sekaligus mematuhi aturan selama bertugas. Salah satu poin utamanya adalah larangan keras terlibat dalam aktivitas perjudian yang dinilai berpotensi merusak stabilitas ekonomi keluarga.

“Setiap tenaga kependidikan nggak boleh terlibat kegiatan-kegiatan yang merusak ekonomi keluarga. Judi itu adalah merusak ekonomi keluarga. Maka itu dilarang dan kalau melakukan itu berarti melanggar ketentuan,” ujar Gus Ipul di Makassar.

Gus Ipul menjelaskan, materi antikorupsi akan menjadi perhatian khusus, terutama bagi tenaga administrasi yang bersinggungan langsung dengan pengelolaan keuangan sekolah. Di sisi lain, isu pencegahan kejahatan seksual juga menjadi fokus prioritas dalam pelatihan ini.

“Termasuk korupsi. Kalau korupsi diprioritaskan. Ketenagaan administrasi yang mengelola keuangan. Pencegahan kejahatan seksual,” kata Mensos.

Langkah penguatan integritas ini dinilai penting agar pendidikan berkualitas tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter serta penciptaan lingkungan belajar yang aman.

 

 

Pegang Peran Vital

Gus Ipul menambahkan, guru, wali asrama, hingga wali asuh memegang peran vital dalam mencegah tindakan kekerasan terhadap para siswa. Oleh karena itu, mereka akan dibekali panduan teknis serta pelatihan terapan.

“Kepada guru dan kepada wali asrama, wali asuh utamanya. Mereka yang harus benar-benar bisa melakukan upaya-upaya pencegahan, buku pedomannya sudah ada,” jelasnya.

Ia pun berharap seluruh materi yang disampaikan dalam pembekalan tidak sekadar menjadi teori, melainkan benar-benar diterapkan secara konsisten di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Kita harapkan itu bisa dipraktikkan pada saat mereka keluar,” tutup Gus Ipul.