Duduk Perkara Water Cannon Polisi Dilempari Massa Bawa Sajam di Mesuji

Pemicunya konflik agraria antara warga dari delapan desa penyangga dan PT PAL.

Diterbitkan 28 September 2026, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil water cannon milik polisi dilempari batu oleh massa saat hendak memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perkebunan PT Pematang Agri Lestari (PAL), Kabupaten Mesuji, Lampung, Senin (28/9/2026).

Aksi pelemparan tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diterima Liputan6.com, kendaraan taktis polisi tampak mendapat lemparan dari arah massa hingga petugas terpaksa memutar balik kendaraan.

Massa juga tampak membawa senjata tajam hingga bambu saat melempari mobil taktis milik Polres Mesuji tersebut.

Kasatreskrim Polres Mesuji, Iptu Adi Setiawan mengungkapkan, insiden tersebut terjadi di tengah konflik agraria antara warga dari delapan desa penyangga dan pihak perusahaan perkebunan PT PAL.

Menurut Adi, warga mengklaim sebagian lahan perkebunan sebagai tanah transmigrasi. Kedua pihak sebelumnya telah menjalani sejumlah mediasi, termasuk pembahasan penghitungan nilai jual objek pajak (NJOP).

"Ada sekitar 600 hektare lahan yang mereka klaim dan rencananya akan dilakukan pengukuran," kata Adi, Senin (28/9/2026).

Dia menjelaskan, polisi telah melakukan pengamanan di lokasi sejak Jumat. Sebelumnya, terdapat kesepakatan sementara yang memperbolehkan perusahaan melakukan aktivitas pemanenan sembari menunggu keputusan pada Senin.

Namun, aktivitas pengangkutan hasil panen sawit sempat diadang warga. Polisi kemudian menunda pengangkutan pada Jumat dan Sabtu guna mengantisipasi bentrokan.

"Buah-buah yang sudah dibrondol itu mau dibawa pihak perusahaan. Ternyata dipaksa untuk tidak melakukan pengangkutan oleh warga yang mengklaim lahan tersebut," jelasnya.

 

 

Amankan Sajam di Tengah Keributan

Adi mengatakan, situasi sempat memanas ketika terjadi gesekan antara warga dan pihak perusahaan. Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam) untuk mencegah bentrokan.

Petugas tidak melakukan penangkapan terhadap warga. Polisi memilih pendekatan persuasif guna meredam ketegangan di lokasi.

"Tidak ada yang kami amankan. Kami hanya melakukan persuasif karena mereka membawa senjata tajam. Dikhawatirkan terjadi chaos, bentrok, atau gesekan," ungkapnya.

Setelah keributan mereda, sejumlah petugas masih berada di kawasan perkebunan PT PAL.

Sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, polisi mendeteksi adanya titik api melalui aplikasi SiPongi. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman karhutla.

Namun, saat tiba di sekitar lokasi, massa masih berada di perempatan jalan.

Adi menduga pelemparan terjadi karena warga salah memahami tujuan kedatangan mobil water cannon. Massa kemungkinan mengira polisi kembali melakukan pengawalan aktivitas pemanenan sawit.

"Ya, mungkin mereka berpikir kami melakukan pengawalan terhadap pemanenan buah sawit. Kami juga belum paham apa motif mereka melakukan pelemparan itu," katanya.

 

Pemadaman Karhutla Batal, Polisi Putar Balik

Akibat pelemparan tersebut, mobil water cannon akhirnya berbalik arah. Petugas membatalkan upaya pemadaman karena mempertimbangkan situasi keamanan di lokasi.

Polisi kemudian kembali memberikan penjelasan kepada koordinator lapangan (korlap) massa bahwa kedatangan mereka bukan untuk mengawal aktivitas perusahaan, melainkan memadamkan kebakaran.

"Kami tidak jadi memadamkan karena melihat situasi seperti itu. Kami putar balik, kemudian melakukan pembinaan dan memberikan penjelasan kepada korlap bahwa kegiatan kami bukan pengawalan panen, melainkan pemadaman karhutla," ungkap Adi.

Akibat insiden itu, upaya pemadaman belum terlaksana. Polisi juga belum mengetahui luas lahan yang terbakar karena petugas belum dapat melakukan pengecekan langsung terhadap titik api.

Adi memastikan tidak ada anggota yang mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah petugas terkena serpihan kaca akibat pelemparan.

"Tidak ada yang luka, Mas. Cuma terkena serpihan-serpihan kaca saja," ujarnya.

Dia menambahkan, situasi di kawasan perkebunan PT PAL saat ini telah kembali kondusif.