Jelang 500 Tahun, Jakarta Didorong Percepat Transformasi Kota

Jakarta harus memastikan bahwa peringatan usia lima abad bukan hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga ditandai dengan capaian transformasi yang nyata.

Diterbitkan 28 Juni 2025, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang berlangsung meriah dan menjadi pesta warga dinilai sebagai momentum penting untuk menapaki satu tahun terakhir menuju peringatan lima abad Jakarta pada 2027.

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menghadirkan berbagai kado bagi warga, mulai dari pesta rakyat, akses hiburan dan fasilitas publik, hingga kemudahan transportasi publik.

Menurut Fahira Idris, kemeriahan HUT ke-499 Jakarta memperlihatkan satu hal penting, yakni bahwa warga ingin merasakan kotanya sebagai ruang bersama yang mudah diakses, nyaman dinikmati, dan membahagiakan.

Karena itu, setelah perayaan selesai, setahun ke depan harus menjadi fase kerja besar untuk memastikan Jakarta benar-benar bertransformasi menjadi kota global yang modern, inklusif, berbudaya, dan menyejahterakan warga.

"HUT ke-499 Jakarta telah menjadi pesta warga yang hangat dan menggembirakan. Namun, setelah pesta selesai, kita memasuki fase yang jauh lebih penting, yaitu kerja besar transformasi menuju lima abad Jakarta. Tahun depan Jakarta berusia 500 tahun. Setahun ke depan harus menjadi momentum percepatan agar warga benar-benar merasakan Jakarta yang semakin tertata, mudah, nyaman, sehat, dan membahagiakan," ujar Fahira Idris, Minggu (28/6).

Fahira Idris mengungkapkan, peluncuran logo menuju lima abad Jakarta harus dimaknai bukan hanya sebagai simbol visual, tetapi juga penanda dimulainya babak kerja kolektif.

Jakarta harus memastikan bahwa peringatan usia lima abad bukan hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga ditandai dengan capaian transformasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari warga.

Menurut Senator Jakarta ini, setidaknya terdapat tujuh prioritas yang perlu menjadi perhatian dalam satu tahun ke depan.

 

7 Prioritas

Pertama, mempercepat peningkatan layanan transportasi publik. Kemudahan warga menikmati tarif khusus transportasi saat HUT Jakarta menunjukkan bahwa transportasi publik adalah kunci mobilitas kota. Ke depan, integrasi Transjakarta, MRT, LRT, KRL, Mikrotrans, jalur pedestrian, dan jalur sepeda harus semakin diperkuat agar warga makin mudah meninggalkan kendaraan pribadi.

"Transportasi publik harus menjadi tulang punggung Jakarta sebagai kota global. Semakin mudah, murah, aman, nyaman, dan terintegrasi transportasi publik kita, semakin besar peluang Jakarta mengurangi kemacetan, menekan polusi, dan meningkatkan produktivitas warga," kata Fahira Idris.

Kedua, mempercepat penanganan banjir dan rob secara terintegrasi. Fahira Idris menilai, menjelang lima abad, Jakarta harus semakin serius memperkuat sistem pengendalian banjir, mulai dari revitalisasi waduk, pengerukan sungai, peningkatan kapasitas drainase, sistem polder, pompa, tanggul pesisir, hingga solusi berbasis lingkungan seperti ruang terbuka hijau-biru, sumur resapan, dan drainase vertikal.

Ketiga, menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama. Pesan memilah sampah yang hadir dalam rangkaian HUT Jakarta harus dilanjutkan menjadi gerakan permanen di tingkat rumah tangga, sekolah, kantor, pasar, rumah ibadah, dan komunitas. Menurut Fahira Idris, Jakarta tidak mungkin menjadi kota global yang berkelanjutan jika persoalan sampah tidak ditangani dari hulu.

"Edukasi memilah sampah saat pesta warga adalah langkah baik. Namun, ke depan, hal ini harus menjadi kebiasaan baru warga Jakarta. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah, diperkuat di lingkungan, dan didukung sistem pengangkutan serta pengolahan yang modern," ungkap Fahira Idris.

Keempat, memperkuat kualitas layanan dasar, terutama pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial. Fahira Idris menegaskan bahwa kota global tidak boleh hanya diukur dari gedung-gedung tinggi dan kawasan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana warga memperoleh akses yang setara terhadap layanan dasar. KJP, KJMU, sekolah gratis, layanan kesehatan, subsidi pangan, air bersih, dan bantuan bagi kelompok rentan harus terus diperkuat agar manfaat pembangunan semakin merata.

Kelima, menghidupkan ruang publik, budaya, dan ekonomi warga. Fahira Idris menilai, antusiasme warga dalam perayaan HUT Jakarta menunjukkan bahwa ruang publik yang terbuka, aman, dan inklusif sangat dibutuhkan. Ke depan, Jakarta perlu memperbanyak kegiatan budaya, olahraga, seni, kuliner, ekonomi kreatif, dan festival warga yang memberi ruang bagi UMKM, komunitas, anak muda, seniman, serta pelaku budaya Betawi dan budaya lain yang tumbuh di Jakarta.

"Jakarta harus menjadi kota yang hidup. Ruang publik, festival budaya, pasar rakyat, kuliner, musik, seni, dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari wajah Jakarta menuju lima abad," ujar Fahira Idris.

Keenam, memperkuat ekonomi rakyat dan UMKM. Keramaian pesta warga terbukti memberi dampak ekonomi bagi pedagang kecil, pelaku kuliner, sektor transportasi, dan pelaku usaha informal. Menurut Fahira Idris, energi ekonomi seperti ini harus diperluas melalui modernisasi pasar rakyat, penguatan UMKM, digitalisasi, akses pembiayaan, promosi produk lokal, serta dukungan bagi anak muda pelaku ekonomi kreatif.

Ketujuh, memastikan seluruh agenda transformasi dijalankan melalui kolaborasi dengan warga. Fahira Idris menegaskan bahwa warga Jakarta tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kebijakan. Menurutnya, Jakarta akan lebih cepat bertransformasi jika pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, tokoh agama, tokoh budaya, dan anak muda bergerak bersama.

"Jakarta menuju lima abad harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Warga harus menjadi kreator pembangunan karena merekalah yang paling memahami denyut kehidupan kota ini," tegas Fahira Idris.

Fahira Idris menambahkan, HUT ke-499 telah memberi optimisme bahwa Jakarta memiliki energi sosial yang besar. Antusiasme warga, kemudahan transportasi, pesta rakyat, pesan lingkungan, dan peluncuran logo menuju lima abad harus diteruskan menjadi agenda kerja yang konkret.

"Setahun ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan. Kita ingin pada usia 500 tahun nanti, Jakarta tidak hanya tampil meriah, tetapi juga benar-benar menunjukkan kemajuan yang dirasakan warga. Jakarta dengan transportasi yang makin mudah, banjir yang makin terkendali, sampah yang makin tertangani, layanan dasar yang makin kuat, budaya yang makin hidup, ekonomi yang makin inklusif, serta warga yang makin bahagia," pungkas Fahira Idris.