Loncat ke Sungai dan Tak Muncul Lagi, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Hanyut Terbawa Arus

Korban sempat terlihat melompat ke dalam aliran sungai. Namun, tidak lagi muncul ke permukaan yang memicu kepanikan teman-temannya.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 02:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang bocah laki-laki berinisial PS (11), warga Kampung Balong, Desa Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dilaporkan hilang selama dua hari terakhir. Korban diduga kuat tenggelam saat tengah berenang di aliran Sungai Cibaregbeg.

Peristiwa ini bermula saat korban berpamitan untuk bermain bersama rekan-rekannya pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun, hingga Senin sore, korban tak kunjung kembali ke rumah. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban terakhir kali terlihat sedang bermain dan berenang bersama empat orang temannya.

Pihak Pemerintah Desa Girimukti menyebutkan bahwa korban sempat terlihat melompat ke dalam aliran sungai.

Namun, korban tidak lagi muncul ke permukaan yang memicu kepanikan teman-temannya. Mendapati laporan tersebut, aparat desa segera berkoordinasi dengan tim SAR untuk memulai proses pencarian.

Kapolsek Campaka, AKP Panglima Nayan Munthe, membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Pihaknya saat ini tengah mendalami kronologi pasti di lokasi kejadian.

"Anak ini sudah tidak pulang sejak Minggu. Tapi baru diketahui sempat bermain di sungai dan diduga tenggelam pada tadi pagi, tepatnya setelah menanyai teman-teman dari anak tersebut," ujar AKP Panglima Nayan Munthe, Selasa (5/5/2026).

Panglima menambahkan, kepolisian akan memastikan apakah korban benar-benar hilang karena tenggelam atau ada kemungkinan lain.

"Kami akan cek apakah memang hilang tenggelam atau hilang di tempat lain. Jadi dugaan tenggelam ini karena informasi terakhir bermain di sungai bersama temannya," tambahnya.

 

Penyisiran

Di sisi lain, tim pencari mulai memperluas area penyisiran. Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan relawan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Mengingat waktu kejadian yang sudah berlalu dua hari, ada kekhawatiran korban telah hanyut jauh dari lokasi awal.

"Jika kita lihat kondisinya, korban sudah hilang selama dua hari, jadi kemungkinan korban akan terbawa arus dari lokasi pertama karena saat kejadian kondisi debit air sedang naik. Sehingga akan kami lakukan penelusuran sampai ke area Muara Citarum," jelas Ahmad Fikri.