Cara Menulis Berita dan Contohnya: Panduan Lengkap dari Dasar hingga Mahir

Pelajari cara menulis berita dan contohnya secara lengkap, mulai dari teknik 5W+1H, struktur piramida terbalik, hingga tips menulis lead yang menarik.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Paragraf pembuka dalam sebuah artikel jurnalistik memiliki peran penting untuk menarik perhatian pembaca sejak kalimat pertama. Oleh sebab itu, memahami cara menulis berita menjadi keterampilan yang perlu dikuasai, baik oleh jurnalis profesional maupun penulis pemula. Penyajian informasi secara jelas, akurat dan mudah dipahami akan membantu pembaca memperoleh gambaran awal mengenai peristiwa atau topik yang sedang dibahas.

Dalam praktik jurnalistik, cara menulis berita tidak hanya berfokus pada penyampaian fakta, tetapi juga pada penyusunan informasi secara sistematis. Setiap unsur berita perlu ditempatkan pada posisi yang tepat agar alur pembahasan terasa runtut dan nyaman dibaca. Struktur penulisan yang baik akan memudahkan audiens memahami inti informasi, tanpa harus mencari-cari pokok pembahasan di bagian lain artikel.

Memahami cara menulis berita juga membantu penulis menghasilkan karya yang lebih profesional dan kredibel. Penggunaan bahasa yang objektif, pemilihan fakta relevan, serta penyusunan informasi berdasarkan kaidah jurnalistik akan meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan. Melalui pemahaman tersebut, berita tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampai informasi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (24/6/2026).

1. Cara Menulis Berita dengan Rumus 5W+1H dan Contohnya

Langkah paling mendasar dalam cara menulis berita dan contohnya adalah menerapkan rumus 5W+1H sebagai kerangka utama. Rumus ini memastikan setiap berita yang ditulis memuat informasi lengkap dan mampu menjawab rasa ingin tahu pembaca secara komprehensif.

Kerangka "siapa, apa, kapan, di mana, dan mengapa" digunakan oleh banyak jurnalis untuk mengomunikasikan detail-detail kunci sebuah cerita secara efektif, sehingga informasi terpenting tercakup di kalimat pembuka.

  1. Tentukan Peristiwa yang Layak Diberitakan: Pilih cerita yang ingin dibaca audiens, yakni cerita yang bersifat relevan, tepat waktu, dan signifikan. Peristiwa yang hangat diperbincangkan publik biasanya memiliki daya tarik tinggi. Pastikan topik memenuhi nilai berita seperti dampak, kedekatan, dan keunikan peristiwa.

  2. Kumpulkan Informasi dari Sumber Terpercaya: Langkah pertama adalah melakukan riset menyeluruh menggunakan sumber primer dan sekunder yang andal, seperti laporan resmi, pendapat ahli, dan publikasi industri, untuk memastikan fakta yang akurat dan dapat dipercaya. Lakukan wawancara dengan narasumber yang kompeten dan catat setiap detail penting.

  3. Jawab Enam Pertanyaan Dasar (5W+1H): Susun informasi dengan menjawab What (apa yang terjadi), Who (siapa yang terlibat), When (kapan peristiwa berlangsung), Where (di mana lokasinya), Why (mengapa hal itu terjadi), dan How (bagaimana kronologinya). Keenam elemen ini menyediakan informasi dasar yang dibutuhkan pembaca untuk memahami sebuah cerita, dan menjawabnya di awal berita memastikan kejelasan serta kelengkapan.

  4. Verifikasi Setiap Fakta Sebelum Menulis: Selalu lakukan pengecekan fakta dan verifikasi detail untuk menjaga kredibilitas. Jangan pernah mempublikasikan informasi yang belum terverifikasi karena hal ini dapat merusak kepercayaan pembaca terhadap berita yang ditulis.

  5. Susun Kerangka Penulisan: Sebelum mulai menulis, pikirkan bagaimana mengorganisasi dan menyusun informasi yang telah dikumpulkan. Buat kerangka (outline) untuk menentukan urutan informasi dari yang paling penting hingga yang bersifat pelengkap.

Baca juga: Contoh Berita Singkat yang Mengandung Unsur 5W+1H Berbagai Topik

2. Menyusun Berita Menggunakan Struktur Piramida Terbalik

Setelah menguasai rumus 5W+1H, langkah berikutnya dalam cara menulis berita dan contohnya adalah memahami struktur piramida terbalik. Teknik ini telah menjadi standar di ruang-ruang redaksi di seluruh dunia selama lebih dari satu abad.

Piramida terbalik merupakan metafora yang digunakan jurnalis untuk menggambarkan bagaimana informasi harus diprioritaskan dan disusun dalam sebuah prosa, serta memiliki adaptabilitas luas untuk berbagai jenis teks seperti blog, kolom editorial, dan lembar fakta pemasaran. Walter Cronkite, jurnalis legendaris Amerika, dikutip dari BrainyQuote menyatakan, "Jurnalisme adalah apa yang kita butuhkan untuk membuat demokrasi bekerja."

  1. Tempatkan Informasi Terpenting di Paragraf Pertama: Bagian paling lebar di puncak piramida mewakili informasi paling substansial, menarik, dan penting yang ingin disampaikan penulis, sementara bagian yang mengerucut ke bawah menggambarkan materi lain yang mengikuti dalam urutan kepentingan yang menurun. Pembaca harus langsung memahami inti berita hanya dengan membaca paragraf pertama.

  2. Kembangkan Detail Pendukung di Tubuh Berita: Dilansir dari NBC News Academy, setelah lead dan nut graph, isi cerita harus mengembangkan poin-poin utama. Bagian ini memperluas poin-poin yang dibuat dalam nut graph dengan detail informatif berupa contoh, latar belakang, dan deskripsi sensorik, tetapi pilih dengan bijak agar pembaca tidak kehilangan minat.

  3. Sisipkan Kutipan dan Data yang Relevan: Kutipan menghadirkan keaslian dan suara manusia dalam sebuah cerita, serta harus berasal dari sumber yang kredibel dan secara akurat mencerminkan maksud pembicara. Gunakan kutipan narasumber untuk memperkuat fakta, bukan sekadar mengulang informasi yang sudah diparafrasekan.

  4. Akhiri dengan Informasi Pelengkap: Informasi yang kurang vital bagi pemahaman pembaca ditempatkan di akhir cerita sehingga lebih mudah diedit karena alasan ruang, dan teknik ini disebut "memotong dari bawah." Sebuah berita juga bisa diakhiri dengan kicker, yakni kutipan atau detail yang memberikan kesan mendalam.

Baca juga: 7 Cara Membuat Berita yang Baik dan Benar

3. Teknik Menulis Lead dan Judul Berita yang Efektif

Bagian yang sering menjadi tantangan terbesar dalam cara menulis berita dan contohnya adalah menyusun lead dan judul yang mampu memikat pembaca sejak detik pertama. Judul dan lead adalah "gerbang utama" yang menentukan apakah seseorang akan melanjutkan membaca atau melewatkan berita tersebut.

Sebagaimana disampaikan Cal Poly University, ketika menyampaikan informasi kepada audiens umum, penting untuk menulis dengan cara yang jelas dan mudah dipahami, serta mematuhi standar penulisan berita yang telah digunakan di ruang-ruang redaksi tradisional selama berpuluh tahun.

  1. Tulis Judul yang Singkat, Jelas, dan Informatif: Judul adalah elemen pertama yang dilihat pembaca, jurnalis, dan editor, sehingga harus menghindari judul yang kabur atau terlalu kreatif yang gagal mengomunikasikan ide utama. Usahakan judul tidak lebih dari 10-12 kata dan mengandung kata kunci utama berita. Berdasarkan panduan B2Press, judul yang jelas juga membantu mesin pencari memahami topik dan meningkatkan visibilitas di hasil pencarian.

  2. Buat Lead yang Langsung ke Inti Peristiwa: Anggap lead sebagai pengantar yang memberi tahu orang-orang tentang isi cerita menggunakan informasi paling signifikan, dan idealnya dijaga dalam satu atau dua kalimat yang jelas dan ringkas. Lead yang kuat mampu menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk terus membaca.

  3. Kembangkan Nut Graph Setelah Lead: Mengutip NBC News Academy, nut graph menjelaskan tentang apa berita tersebut, mengapa berita itu tepat waktu, dan mengapa pembaca harus peduli, serta sering menempatkan perkembangan baru dalam konteks dengan menggambarkan gambaran yang lebih besar. Paragraf ini menjadi jembatan antara lead dan tubuh berita.

  4. Gunakan Bahasa yang Bebas Jargon: Tulis tanpa jargon dan jaga kalimat tetap jelas serta langsung; jika sebuah kalimat perlu dibaca lebih dari sekali untuk dipahami, persingkat atau hilangkan, dan jangan sertakan kata atau frasa yang tidak familiar bagi kebanyakan pembaca.

  5. Akhiri Berita dengan Sesuatu yang Berkesan: Akhiri berita dengan sesuatu yang mudah diingat; sebagian besar cerita harus diakhiri dengan kicker yang berkesan. Kicker bisa berupa kutipan kuat dari narasumber atau fakta mengejutkan yang meninggalkan kesan mendalam di benak pembaca.

John Pilger, jurnalis investigasi terkemuka, dikutip dari Goodreads menyatakan, "Tidak cukup bagi jurnalis untuk melihat diri mereka sekadar penyampai pesan tanpa memahami agenda tersembunyi dari pesan itu dan mitos yang mengelilinginya."

Baca juga: Contoh Teks Berita Singkat beserta Pengertian dan Strukturnya

Jenis-Jenis Berita dan Contoh Penulisannya

Selain memahami teknik dasar, seorang penulis berita juga perlu mengenali ragam jenis berita yang ada. Setiap jenis memiliki pendekatan penulisan, gaya bahasa, dan tujuan penyampaian yang berbeda. Penulisan berita memiliki banyak bentuk, mulai dari breaking news yang meliput peristiwa langsung dan berkembang cepat, cerita feature yang menawarkan pandangan lebih mendalam, editorial yang menyatakan opini, hingga laporan investigasi yang mengungkap kebenaran tersembunyi.

Anas Aremeyaw Anas, jurnalis investigasi dari Ghana, dikutip dari Everyday Power menyatakan, "Jurnalisme adalah tentang hasil. Tentang memengaruhi komunitas atau masyarakat Anda dengan cara yang paling progresif."

  1. Berita Langsung (Straight News): Jenis berita paling umum yang melaporkan peristiwa terkini secara lugas dan ringkas. Berita langsung menggunakan struktur piramida terbalik dan menjawab 5W+1H di paragraf awal. Contoh: "Gempa berkekuatan 6,2 SR mengguncang Pulau Sulawesi pada Senin pagi, menyebabkan kerusakan di ratusan bangunan."

  2. Berita Mendalam (In-depth News): Menyajikan analisis komprehensif tentang suatu isu dengan menggali latar belakang, konteks, dan implikasinya. Berita mendalam biasanya lebih panjang dan memerlukan riset yang lebih intensif dibanding berita langsung.

  3. Berita Feature: Cerita feature menawarkan pandangan yang lebih mendalam terhadap suatu topik atau isu. Gaya penulisannya lebih naratif dan kreatif, sering kali menonjolkan aspek human interest dari sebuah peristiwa. Contoh: "Kisah petani muda yang berhasil menghidupkan kembali lahan kritis melalui pertanian organik."

  4. Berita Investigasi: Laporan investigasi bertujuan mengungkap kebenaran atau kompleksitas yang tersembunyi. Proses penulisannya memakan waktu lama dan membutuhkan pengumpulan bukti yang ekstensif serta verifikasi berlapis.

  5. Berita Opini dan Editorial: Editorial menyatakan pendapat atau komentar terhadap suatu isu. Berbeda dengan jenis berita lain, editorial memperbolehkan sudut pandang subjektif dari penulis atau lembaga media.

  6. Berita untuk Platform Digital: Mengacu pada panduan dari Shyeditor, karena kebanyakan orang kini membaca berita melalui ponsel dan tablet, memastikan artikel beradaptasi dengan baik di layar kecil sangat penting karena Google memprioritaskan halaman yang dioptimalkan untuk perangkat seluler. Berita digital juga perlu memperhatikan elemen visual dan meta deskripsi agar mudah ditemukan di mesin pencari.

  7. Citizen Journalism: Jurnalisme warga memungkinkan masyarakat umum ikut melaporkan peristiwa di sekitar mereka. Di era digital, siapa pun dengan perangkat ponsel dapat menjadi pewarta berita, meskipun tetap harus mematuhi prinsip akurasi dan etika jurnalistik.

Baca juga: Pengertian Teks Berita, Definisi, Struktur, dan Contoh Lengkapnya

Merujuk Study.com, sebuah artikel berita sebaiknya memuat lima komponen utama: judul, baris penulis (byline), paragraf lead, penjelasan, dan informasi tambahan. Memahami komponen ini membantu penulis menyusun berita yang terstruktur, baik untuk media cetak maupun platform digital.

Baca juga: Contoh Berita 5W+1H Beserta Penggunaannya dalam Kalimat

Pada akhirnya, menguasai cara menulis berita dan contohnya membutuhkan kombinasi antara pemahaman teori dan praktik yang konsisten. Kuncinya adalah mengembangkan "kepekaan berita," yaitu kemampuan mengenali dan membentuk cerita yang menarik, karena jurnalis profesional mengandalkan metode yang telah teruji untuk mengatasi kebuntuan awal dan mengubah peristiwa menjadi narasi yang memikat. Teruslah membaca berita berkualitas dari berbagai media, pelajari bagaimana kaidah kebahasaan diterapkan, dan jangan ragu untuk meminta umpan balik dari rekan yang lebih berpengalaman. Setiap berita yang ditulis adalah latihan yang akan mengasah kemampuan jurnalistik secara bertahap.

Baca juga: Panduan Lengkap Menulis Berita untuk Jurnalis Pemula

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menulis Berita

Apa saja unsur yang harus ada dalam sebuah berita?

Sebuah berita yang baik harus memuat unsur 5W+1H, yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana). Keenam unsur ini memastikan informasi yang disampaikan lengkap, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Tidak semua unsur harus muncul dalam proporsi yang sama, tergantung pada jenis dan konteks beritanya.

Mengapa struktur piramida terbalik penting dalam penulisan berita?

Struktur piramida terbalik menempatkan informasi paling penting di awal berita, diikuti detail pendukung secara menurun. Teknik ini penting karena memungkinkan pembaca memahami inti berita meskipun mereka hanya membaca paragraf pertama. Selain itu, struktur ini memudahkan editor memangkas bagian akhir berita tanpa kehilangan pesan utama ketika ruang publikasi terbatas.

Bagaimana cara menulis lead berita yang menarik?

Lead yang menarik harus langsung menyajikan informasi paling penting dalam satu hingga dua kalimat singkat. Gunakan bahasa yang lugas, hindari jargon teknis, dan fokuslah pada satu aspek utama yang paling memikat dari peristiwa tersebut. Lead yang baik idealnya terdiri dari 25-40 kata dan mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dasar 5W+1H sehingga pembaca terdorong untuk melanjutkan membaca keseluruhan berita.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence