Puncak Arus Mudik Tol Sumatera Diprediksi Terjadi di Tanggal Ini, Jasa Marga Siapkan Mitigasi

Jelang arus mudik lebaran, Jasamarga Nusantara Tollroad memastikan seluruh infrastruktur dan personel di ruas tol Sumatera dalam kondisi siaga penuh.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 16:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad, Tyas Pramoda Wardhani mengatakan, pihaknya memprediksi puncak arus mudik di ruas tol Sumatra akan terjadi pada 17 Maret 2026.

Menurut dia, peningkatan volume kendaraan di gerbang tol masuk diprediksi mengalami peningkatan mencapai 6 persen. Sementara arus mudik secara keseluruhan diprediksi naik sekitar 5 persen.

Tyas menegaskan, perhatian khusus diberikan di Gerbang Tol Amplas dan Gerbang Tol Tebing Tinggi, mengingat potensi kepadatan di sana. Karena itu, proyek perbaikan di ruas Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) dikebut.

"Untuk ruas Medan hingga Tebing Tinggi, kami sedang melakukan penyesuaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Semua pekerjaan besar sudah kami kebut dan dihentikan pada H-10. Fokus Satgas Idulfitri sekarang adalah pelayanan. Pekerjaan akan kami lanjutkan kembali secara normal setelah masa libur lebaran usai," kata dia di Medan, Kamis (12/3/2026).

Meski pekerjaan besar ditunda, Tyas menjamin bahwa tim preservasi tetap siaga di lapangan. Jika ditemukan kendala mendadak seperti kerusakan jalan kecil akibat cuaca atau beban kendaraan, tim akan langsung melakukan penanganan cepat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

 

Lewat Diskon

Sebagai upaya untuk mengurai konsentrasi kendaraan di hari puncak, Jasa Marga memfasilitasi diskon tarif tol di beberapa tanggal strategis.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal atau lebih lambat dari jadwal puncak.

"Jadwal diskon arus mudik berlaku pada tanggal 15 dan 16 Maret 2026. Sedangkan jadwal diskon arus balik berlaku pada tanggal 26 dan 27 Maret 2026, setelah puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret," ungkap dia.

Tyas menegaskan, kelancaran mudik tidak hanya bergantung pada penyedia jalan tol, tetapi juga kerjasama dari para pengguna jalan. Tyas Pramoda memberikan tiga poin imbauan utama bagi para pemudik.

Pertama, jangan top up di gardu tol. Sebab, salah satu penyebab utama antrean panjang adalah saldo e-toll yang tidak cukup.

"Kami mohon pengguna jalan mengecek saldo terlebih dahulu. Lakukan top up sebelum masuk tol, bukan di gardu tol, karena itu akan menambah waktu transaksi secara signifikan dan memicu kepadatan," tegasnya.

Kemudian, manfaatkan rest area dan posko kesehatan. Tyas mengingatkan bahwa faktor kelelahan dan rasa kantuk adalah pemicu terbesar kecelakaan.

"Kami sudah maksimalkan fasilitas umum dan menyediakan Posko Kesehatan di rest area. Jika merasa lelah, mohon beristirahat, jangan dipaksakan," ucapnya.

Lalu, gunakan teknologi, yaitu Aplikasi Travoy. Jasa Marga menyediakan aplikasi Travoy yang memungkinkan pemudik mengecek CCTV secara real-time, memantau tarif tol, hingga mencari lokasi SPKLU (untuk mobil listrik) dan SPBU terdekat.

"Kerjasama antara kami dan pengguna jalan adalah kunci kesuksesan mudik tahun ini. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, pengemudi cukup istirahat, dan saldo kartu tol terisi cukup," kata Tyas.