Potret Kepala Dusun di Lampung Mirip Presiden Prabowo, Petani Sederhana yang Dipanggil 'Pak Wowo'

Media sosial dihebohkan oleh warga dari Lampung Selatan yang mirip dengan Presiden Prabowo Subianto.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 14:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial dihebohkan oleh warga dari Lampung Selatan yang mirip dengan Presiden Prabowo Subianto. Pria tersebut adalah Kepala Dusun (Kadus) di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, bernama Sopan (56). Video dan foto Sopan beredar luas di TikTok hingga ditonton jutaan kali.

Wajah, postur tubuh, hingga gaya berpakaian pria yang telah lebih dari 15 tahun menjabat sebagai Kadus itu kerap membuat warga teringat pada Prabowo.

Sopan mengaku awalnya tak menyangka dirinya bakal viral. Dia mengatakan, candaan soal kemiripannya dengan Prabowo sudah lama terdengar, terutama saat ia mengenakan seragam dinas.

“Kalau lagi piket terus pakai baju putih, teman-teman sering bilang, ‘Wah, kayak Pak Prabowo’. Tapi saya anggap biasa aja,” kata Sopan, saat ditemui di Balai Desa Sukadamai, Selasa (13/1/2025).

Momentum viral itu terjadi ketika sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) datang ke desa tersebut. Mereka yang melihat langsung sosok Sopan pun spontan mengajaknya berfoto dan merekam video.

“Adik-adik KKN itu bilang kok mirip Pak Prabowo. Terus ngajak foto bareng, divideoin, diunggah, eh ternyata viral ke mana-mana,” ujarnya Sopan sambil tersenyum.

Sopan mengaku dirinya memang penggemar Prabowo Subianto. Bahkan sebelum viral, dia kerap mengunggah konten editan sederhana di TikTok yang menyandingkan dirinya dengan Presiden.

“Cuma editan biasa, bukan melecehkan. Waktu itu cuma berharap suatu saat bisa jabat tangan langsung sama Pak Prabowo,” katanya.

Meski sering disebut mirip, Sopan mengaku tak benar-benar merasa memiliki kemiripan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Saya kadang mikir, beneran mirip apa ya? Saya ini kan orang desa, petani. Mana mungkin mirip Presiden,” ucapnya.

Kadus Sekaligus Petani

Di balik viralnya sosok “Pak Wowo”, keseharian Sopan jauh dari gemerlap. Dia adalah petani yang menanam padi, jagung, dan sayur-mayur. Pekerjaan itu ia jalani di sela-sela tugasnya sebagai Kepala Dusun.

“Kalau enggak ada urusan desa, ya saya ke sawah. Kadus itu 24 jam siap kalau warga butuh. Piket di balai desa seminggu dua kali, habis itu baru ke ladang,” jelasnya.

Sejak viral, Sopan mengaku sering jadi bahan candaan warga. Bahkan saat menghadiri acara hajatan, ia kerap disambut dengan teriakan bercanda.

“Pernah pas kondangan ada yang bilang, ‘Wah Pak Prabowo datang, kasih jalan!’ Saya malah ketawa, malu juga,” ujarnya.

Kepala Desa Sukadamai, Eko Setyabudi, tak menampik bahwa Sopan memang sudah lama disebut-sebut mirip Prabowo, terutama di kalangan aparatur desa.“Di kantor kami manggilnya ‘Pak Wowo’. Karena tiap hari ketemu, emang kelihatan mirip,” kata Eko.

Dia menjelaskan, viralnya Sopan bermula dari aktivitas aparatur desa dan warga yang aktif di media sosial, sejalan dengan program desa berbasis digital yang tengah digagas.

“Begitu anak-anak KKN bikin video, ternyata responsnya luar biasa. Saya sebagai kepala desa tentu bangga. Presiden kita itu Pak Prabowo, kok ada Kadus di desa kami yang dibilang mirip,” tuturnya.

Eko juga menegaskan bahwa Sopan bukan sekadar viral karena penampilan, melainkan figur aparat desa yang berdedikasi.

“Beliau sudah tiga periode jadi Kadus, lebih dari 15 tahun. Kinerjanya bagus, koordinasinya ke warga dan ke saya juga bagus. Makanya dipercaya terus,” ungkapnya.

Awal Mula Viral

Salah satu mahasiswa KKN Unila, Desma Firah mengatakan video pertama yang diunggah ke TikTok awalnya hanya iseng.

“Awalnya cuma foto sama video karena mirip Pak Prabowo. Enggak nyangka tiba-tiba ramai,” katanya.

Saat ini, video tersebut telah ditonton sekitar 1,4 juta kali, sementara unggahan foto mencapai 1,2 juta penonton.

Hingga kini, kolom komentar masih dipenuhi respons warganet.

Di tengah hiruk pikuk dunia maya, Sopan tetap menjalani hidup sederhana sebagai petani dan Kepala Dusun. Viral boleh datang dan pergi, namun baginya, mengabdi pada warga adalah hal yang utama.