Gotong Royong Warga Sukajaya di Sukabumi Jabar, Jalan Desa Disulap jadi Destinasi Wisata Bambu

Warga Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) gotong royong menyulap sekitar 200 meter jalan di depan Kantor Desa jadi destinasi wisata budaya dadakan.

Diterbitkan 18 Oktober 2025, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Semangat gotong royong warga Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) patut diacungi jempol.

Bermula dari keinginan sederhana untuk mempercantik desa, mereka berhasil menyulap sekitar 200 meter jalan di depan Kantor Desa Sukajaya, tepatnya di Jalan Raya Ciaul Pasir, menjadi destinasi wisata budaya dadakan yang dijuluki 'Lembur Pakuan' mini.

Kawasan yang dulunya merupakan jalan biasa dan sepi, kini menjelma menjadi pusat keramaian, memanfaatkan kekayaan bambu yang melimpah di desa. Kepala Desa Sukajaya Deden Gunaefi mengungkapkan, ide tersebut berawal dari diskusi bersama para penggiat desa.

"Desa ini adalah desa pemekaran, sehingga belum memiliki aset tanah desa atau daya tarik yang dapat dikunjungi warga luar," ujar Deden, Sabtu (18/10/2025).

Melihat potensi desa yang subur bambu, warga, Karang Taruna, dan perangkat desa berinisiatif untuk memperindah desa.

"Awalnya sederhana, hanya memagar dan memperindah saja, tapi setelah dikerjakan, banyak permintaan," kata Deden.

Inspirasi kemudian datang dari konsep 'Lembur Pakuan' yang sempat viral, mendorong mereka untuk mencari referensi di internet agar hasilnya memiliki kemiripan.

Desa Sukajaya dikenal sebagai penghasil bambu terbaik dan terbanyak di wilayah tersebut, di mana hasil bambu dimanfaatkan para pengrajin untuk membuat besek mochi.

"Kita sangat subur bambu. Kami sampaikan ke masyarakat agar sama-sama memanfaatkan bambu ini untuk mempercantik desa," ucap Deden.

Proses pembangunan yang memakan waktu kurang lebih dua bulan, dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat hingga perangkat desa. Total sekitar 2.000 batang bambu kombinasi bambu tali, bambu hitam, dan bambu gombong digunakan, yang jika dinilai mencapai Rp30 juta.

"Saya sangat terharu, banyak warga yang menyumbang bambu secara swadaya, bahkan pengusaha menyumbang lampu dan pasir. Ini betul-betul membangun rasa kepemilikan masyarakat," terang Deden.

 

Dampak Ekonomi dan Atensi Pemerintah

Saat ini, pembangunannya telah mencapai 75 persen. Warga bertekad untuk memperpanjangnya hingga 500 meter atau bahkan 1 kilometer, agar desa yang suka dilewati pelari dan pesepeda ini tampak semakin bersih dan indah.

Proyek ini dibagikan ulang oleh Gubernur Jawa Barat dan Pemkab Sukabumi, sebagai wujud dukungan agar upaya ini terus memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kami coba manfaatkan untuk BUMDes, koperasi, dan UMKM. Minggu kemarin kita coba, ternyata luar biasa, perputaran ekonomi masyarakat berjalan dan lumayan," tambah Deden.

Tak disangka, proyek sederhana ini mendapat respons luar biasa. Jalan desa kini sering dilewati warga yang berolahraga lari atau bersepeda.

Setelah viral, warga dari berbagai daerah berdatangan, bahkan ada wisatawan yang menginap dari Banten dan komentar dari Malaysia di media sosial. Heni Nur (61), salah seorang warga yang berkunjung, mengaku senang dengan perubahan desa.

"Sekalian jalan-jalan, bagus, tertib juga. Pak Kadesnya ramah, aktif," ujarnya, yang mengetahui lokasi baru ini dari teman-temannya yang sering berswafoto.

Warga kini antusias berjualan gorengan dan cilok setiap hari Minggu. Sorotan pun datang dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Untuk fasilitas, saat ini sudah tersedia bale, taman, kebun desa untuk memotivasi masyarakat agar menanam kebutuhannya sendiri.

Rencananya, akan didirikan kafe tempo dulu yang menyajikan makanan tradisional dan menawarkan konsep makan liwet bersama di tempat.

Warga juga berharap desa ini bisa menjadi "Kampung Film" mengingat Desa Sukajaya pernah menjadi lokasi syuting serial Keluarga Cemara dan akan dikunjungi para sine (pembuat film) Sukabumi.