Kesaksian Warga Sebelum Pesawat Jatuh di Pemakaman: Pesawatnya Oleng dan Terdengar Suara Gemuruh

Pesawat latih sipil milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di Ciampea Bogor, dan menewaskan Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto pada Minggu (3/8/2025).

Diperbarui 04 Agustus 2025, 14:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Bogor - Hidayat, seorang warga Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku melihat langsung bagaimana detik-detik pesawat latih sipil milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh, dan menewaskan Marsekal Pertama TNI Fajar Adrianto pada Minggu (3/8/2025).

Hidayat yang juga bekerja sebagai petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana mengatakan, pesawat tampak tidak stabil sejak pertama kali terlihat dari udara. Ia menyebut pesawat sudah oleng sebelum akhirnya jatuh di sekitar kompleks TPU.

"Pesawatnya dari Benteng sudah oleng, hampir jatuh. Cuma dia muter ke sana, terus jatuh di sini juga. Sepertinya lagi cari lokasi buat turun," kata Hidayat di Ciampea. Warga juga mengaku mendengar suara gemuruh sebelum pesawat akhirnya jatuh.

Pesawat jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126 itu diketahui lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB untuk misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara. Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat kehilangan kontak dan ditemukan jatuh di wilayah Ciampea.

Hidayat menuturkan bahwa dua orang awak pesawat langsung dievakuasi oleh petugas medis. Salah satu di antaranya dinyatakan meninggal di lokasi.

"Dua orang, satu katanya pelatih, satu lagi yang belajar. Yang satu katanya meninggal di tempat, yang satu lagi matanya kena. Dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Ia juga memastikan tidak terdengar suara ledakan saat pesawat jatuh dan menghantam tanah.

"Enggak sempat meledak. Langsung nyusruk, langsung tewas memang. Dari sana juga udah oleng, kejadiannya di sini," katanya.

 

 

Korban Jiwa

TNI AU mengonfirmasi bahwa korban jiwa dalam insiden tersebut adalah Marsma TNI Fajar Adrianto, seorang penerbang tempur F-16 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1992. Beliau tengah menjalankan misi latihan rutin dalam kapasitas sebagai pilot.

Satu awak lainnya, Roni, dilaporkan selamat dan kini dalam penanganan medis. Lokasi jatuhnya pesawat telah diamankan oleh aparat gabungan TNI AU dan unsur terkait, sementara jenazah Marsma TNI Fajar disemayamkan di RSAU dr. M. Hassan Toto Lanud Atang Sendjaja.

TNI AU menyatakan duka mendalam atas kepergian salah satu putra terbaiknya, dan menyebut pengabdian Marsma Fajar akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Â