Siswa SMA Ditangkap Densus 88 Diduga Terlibat ISIS, Pernah Ajak Bom Tempat Ibadah

Seorang siswa SMA di Gowa, Sulsel, ditangkap Densus 88 karena diduga menjadi admin grup WhatsApp “Daulah Islamiah” yang menyebarkan propaganda ISIS dan ajakan pengeboman tempat ibadah.

OlehFauzan
Diperbarui 26 Mei 2025, 08:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Fauzan - MAS (18), siswa SMA yang ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Sabtu (24/5/2025) sore, ternyata diduga terlibat jaringan terorisme Daulah Islamiyah atau ISIS. Ia bahkan sempat mengajak untuk melakukan pengeboman tempat ibadah. 

Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa MAS diketahui menjadi pengelola utama dalam grup WhatsApp bernama 'Daulah Islamiah' yang dibuat sejak Desember 2024. Grup tersebut digunakan untuk menyebarkan gambar, video, rekaman suara, dan tulisan bermuatan ekstremis.

"Dalam kanal itu terdapat diskusi mengenai hukum bom bunuh diri dalam konteks perang, yang mencerminkan ajaran ekstremis ISIS. Nomor telepon yang digunakan MAS teridentifikasi sebagai admin utama grup tersebut," kata Mayndra dalam keterangannya, Minggu (25/5/2025). 

Tak hanya jadi admin, Mayndra juga mengungkapkan bahwa MAS secara aktif menyebarkan propaganda dan ajakan melakukan aksi teror melalui media sosial. Salah satu ajakan yang disebarkan adalah seruan untuk melakukan pengeboman tempat ibadah.

"Terduga diketahui aktif dalam sebuah kanal komunikasi digital yang menyebarkan konten ideologi ISIS, termasuk ajakan melakukan aksi pengeboman terhadap tempat ibadah," ungkapnya. 

Saat ini, MAS telah diamankan untuk menjalani interogasi dan pengembangan penyidikan lebih lanjut. Densus 88 menegaskan komitmennya dalam memberantas jaringan terorisme, termasuk yang memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan paham radikal.

Dalam proses penangkapan dan penggeledahan, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Blade, satu unit ponsel yang digunakan untuk menyebarkan konten radikal, serta bendera berlogo ISIS.

"Densus 88 mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban," tutup Mayndra.

Pembina Pondok Tahfiz Gratis

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap seorang remaja terduga teroris di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada Sabtu (24/5/2025) sore. 

Dari informasi yang diterima Liputan6.com, terduga teroris tersebut berinisial MAS (18). Dia merupakan pembina di salah satu pondok pesantren tahfiz Al-Qur'an gratis di wilayah setempat. 

Informasi awal, MAS diamankan oleh tim Densus 88 Anti Teror saat dalam perjalanan membeli galon. Usai dilakukan interogasi, pihak tim Densus 88 Anti Teror lalu melakukan penggeledahan di dua lokasi berbeda. 

Dari hasil penggeledahan tersebut, Densus 88 Anti Teror mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah telepon genggam, 3 buah buku catatan, dan satu unit sepeda motor. 

"Anakku yang diamankan diduga teroris. Dari beli air galon langsung diambil anakku sama motornya," kata SKH (36) ibunda MAS, Sabtu malam (24/5/2025). 

SKH menjelaskan bahwa putra sulungnya saat ini masih duduk di bangku SMA. Sehari-hari ia bekerja sebagai pembina sekaligus pengajar di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur'an Gratis di Pallangga. 

"Tidak kerja. Dia membina di rumah tahfiz seperti ustaz. Dia masih kelas 3 SMA. Dia ngajar mengaji di rumah tahfiz gratis," jelasnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: