Mitos Setan Budek yang Kerap Dikaitkan dengan Tragedi Kecelakaan Perlintasan KA

Setan budek dalam bahasa Indonesia berarti setan atau hantu tuli. Makhluk ini konon membuat manusia yang akan melintasi rel mendadak tuli, sehingga tak mendengar teriakan peringatan orang-orang di sekitarnya.

Diperbarui 02 Juni 2025, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Tabrakan kereta, menerobos palang pintu, hingga tak mendengar suara sirine maupun orang sekitar menjadi beberapa penyebab terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api. Sejumlah kecelakaan ini kerap kali dikaitkan dengan mitos setan budek.

Setan budek dalam bahasa Indonesia berarti setan atau hantu tuli. Makhluk ini konon membuat manusia yang akan melintasi rel mendadak tuli, sehingga tak mendengar teriakan peringatan orang-orang di sekitarnya.

Berkembangnya mitos setan budek tak bisa dipisahkan dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu mengaitkan setiap kejadian aneh dengan hal-hal mistis. Meski masih belum jelas asal-usulnya, tetapi sebagian orang percaya bahwa setan budek memang ada.

Mengutip dari berbagai sumber, setan budek mengganggu manusia yang akan melintasi perlintasan rel kereta api dengan cara membuat mereka linglung dan tidak fokus. Korbannya akan dibuat tak dapat mendengar tanda peringatan teriakan orang sekitar maupun suara kereta yang semakin mendekat.

Korban akan terus melaju ke perlintasan, sehingga terjadi kecelakaan. Sebagian besar korban yang tak sempat diselamatkan orang lain akan tewas di tempat.

Fokus menjadi salah satu hal penting dalam berkendara. Sayangnya saat dalam perjalanan, tak jarang orang-orang justru memikirkan hal lain sambil menikmati perjalanan yang justru dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Mitos setan budek secara psikologis dapat dikaitkan dengan hal ini. Pengendara yang sedang banyak pikiran, tekanan, dan buru-buru karena dikejar waktu biasanya sulit menyesuaikan diri dengan keadaan di jalanan yang tak bisa diprediksi.

 

Dampak Beragam

Kondisi ketika perhatian seseorang terbagi-bagi atau teralihkan akan membuat fokus terhadap lingkungan sekitar menurun. Kondisi inilah yang konon juga dirasakan oleh korban setan budek.

Adapun sosok setan budek konon bukan berasal dari bangsa jin. Mereka adalah hantu gentayangan yang tewas di perlintasan kereta api.

Setan budek sebagai legenda urban yang masih berkembang di masyarakat memberikan dampak yang beragam. Bagi orang yang percaya, mereka akan lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api. Tak jarang, mereka yang percaya dengan keberadaan penunggu di rel akan membunyikan klakson sebanyak tiga kali sebagai bentuk meminta izin melewati perlintasan.

Penulis: Resla