Sedekah Rebo Wekasan 2026, Amalan dan Tradisi di Rabu Terakhir Bulan Safar

Simak informasi lengkap sedekah Rebo Wekasan 2026, mulai dari asal usul, jadwal pelaksanaan, amalan yang dianjurkan, hingga tradisi di berbagai daerah Indonesia

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sedekah Rebo Wekasan 2026 menjadi momen yang banyak dinanti sebagian masyarakat Indonesia untuk memperbanyak amal dan memohon perlindungan dari berbagai musibah. Melansir laman resmi Sekolah Tinggi Agama Islam Senori Tuban, selasa (11/8/2026), sedekah Rebo Wekasan adalah amalan bersedekah yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, yang oleh sebagian masyarakat diyakini sebagai waktu turunnya berbagai musibah atau bala.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, tradisi ini pada 2026 jatuh pada 12 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah. Tujuan utama dari momentum ini adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bentuk musibah maupun bala. Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini tentang sedekah Rebu Wekasan jelang peringatannya.

Asal Usul Rebo Wekasan dan Waktu Pelaksanaan

Istilah Rebo Wekasan berasal dari bahasa Jawa, yaitu gabungan kata "Rebo" yang berarti Rabu dan "wekasan" yang berarti terakhir. Jadi, secara sederhana Rebo Wekasan dapat diartikan sebagai Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini berkembang di berbagai daerah Indonesia dengan bentuk pelaksanaan yang berbeda-beda.

Ada masyarakat yang mengisinya dengan pengajian dan doa bersama, ada pula yang menjalankan ritual tertentu yang sudah diwariskan turun-temurun. Karena statusnya sebagai tradisi lokal, tidak ada satu bentuk pelaksanaan Rebo Wekasan yang berlaku seragam di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kementerian Agama RI, sedekah Rebo Wekasan 2026 jatuh pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, yang bertepatan dengan tanggal 28 Safar 1448 Hijriah. Penetapan tanggal ini mengikuti perhitungan hari Rabu terakhir sebelum bulan Safar berganti ke bulan Rabiul Awal. Bagi masyarakat yang biasa menjalankan tradisi ini, tanggal tersebut menjadi momen untuk memperbanyak doa, zikir, dan sedekah sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan sepanjang tahun.

Amalan Sedekah Rebo Wekasan

Dalam Islam, sedekah dikenal sebagai salah satu amalan penolak bala sekaligus dipercaya dapat memanjangkan keberkahan umur. Pada momen sedekah Rebo Wekasan 2026, umat dianjurkan menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kepada sesama. Membantu tetangga, menyantuni anak yatim, atau memberi kepada fakir miskin menjadi bentuk kepedulian sosial yang dapat mengundang rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Beberapa contoh-contoh amalan yang biasa dilakukan antara lain:

  • Menyantuni anak yatim, sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan kasih sayang dan dukungan.
  • Sedekah makanan atau nasi berkat, yaitu membagikan makanan kepada tetangga, fakir miskin, atau jemaah di masjid maupun surau sebagai wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar tolak bala.
  • Memberi makan (ifthar/it'uam), dengan menyediakan hidangan bagi orang yang membutuhkan atau dalam acara doa bersama.
  • Sedekah uang atau sembako, yang dapat disalurkan langsung kepada yang membutuhkan atau digunakan untuk mendukung acara doa bersama di lingkungan sekitar.

Tradisi Rebo Wekasan di Berbagai Daerah

Masih mengutip laman resmi Sekolah Tinggi Agama Islam Senori Tuban, setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam memperingati Rebo Wekasan, di antaranya:

  • Yogyakarta: Masyarakat setempat mengenal tradisi ini dengan sebutan "Rebo Pungkasan". Puncak acaranya biasanya digelar pada malam Rabu dengan mengarak lemper raksasa yang kemudian dibagikan kepada para pengunjung.
  • Banyuwangi: Masyarakat Banyuwangi merayakan Rebo Wekasan lewat tradisi Petik Laut, yaitu doa bersama yang diikuti dengan ritual melarung sesaji menggunakan kapal kecil ke tengah laut, sebagai simbol menolak musibah.
  • Maluku Tengah: Masyarakat setempat menjalankan ritual Mandi Shafar saat memperingati Rebo Wekasan. Tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun ini dipercaya dapat mendatangkan keselamatan sekaligus menghindarkan diri dari marabahaya atau musibah.

Dengan beragam bentuk tradisi tersebut, terlihat bahwa esensi dari sedekah Rebo Wekasan tetap sama di setiap daerah, yakni sebagai sarana memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT.

Secara keseluruhan, sedekah Rebo Wekasan 2026 yang jatuh pada 12 Agustus mendatang menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal kebaikan, mempererat kepedulian sosial, sekaligus memanjatkan doa keselamatan. Meski bentuk pelaksanaannya berbeda di tiap daerah, semangat berbagi dan memohon perlindungan dari Allah SWT tetap menjadi inti dari tradisi ini.

Pertanyaan dan Jawaan Seputar Sedekah Rebo Wekasan 2026

1. Kapan sedekah Rebo Wekasan 2026 dilaksanakan?

Jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertepatan dengan 28 Safar 1448 Hijriah.

2. Apa arti istilah Rebo Wekasan?

Berasal dari bahasa Jawa, "Rebo" berarti Rabu dan "wekasan" berarti terakhir, sehingga berarti Rabu terakhir di bulan Safar.

3. Apa tujuan utama sedekah Rebo Wekasan?

Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bentuk musibah atau bala.

4. Apa saja bentuk amalan sedekah yang dianjurkan saat Rebo Wekasan?

Antara lain menyantuni anak yatim, sedekah makanan atau nasi berkat, memberi makan orang yang membutuhkan, serta sedekah uang atau sembako.

5. Apa contoh tradisi Rebo Wekasan di daerah Indonesia?

Contohnya Rebo Pungkasan di Yogyakarta, Petik Laut di Banyuwangi, dan Mandi Shafar di Maluku Tengah.       

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6