Hindari Motor, Mobil MBG Tabrak Truk hingga 1 Tewas

Diduga Lakalantas Libatkan Mobil SPPG di Banyuwangi, 1 Orang Tewas

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami kecelakaan setelah menabrak bagian belakang truk tronton.

Seorang kernet mobil MBG meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Lingkar Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi kecelakaan berada di sebelah utara PT Inka.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan kecelakaan bermula ketika truk tronton Hino bermuatan tepung melaju dari arah utara menuju selatan.

Truk bernomor polisi P 8522 VH tersebut dikemudikan M (53) bersama pembantunya, RA (19). Keduanya merupakan warga Kecamatan Singojuruh.

Di belakang truk tersebut melaju mobil pikap Daihatsu bernomor polisi P-8312-VS yang mengangkut MBG dari SPPG Yayasan Salafiyah Syafi'iyah.

Saat berada di lokasi kejadian, pengemudi mobil MBG berinisial KN (19) berupaya mendahului truk di depannya. Namun, ketika hendak menyalip, muncul sepeda motor dari arah berlawanan.

"Berupaya menghindar, supir langsung membanting setir ke kiri dan menabrak bagian belakang tronton," jelas Ipda Tri Pepri, Selasa (11/8/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, KN mengalami luka-luka dan dibawa ke Klinik Anugrah untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara kernet mobil MBG, GEM (28), meninggal dunia dan kemudian dievakuasi ke RSUD Blambangan.

Keduanya merupakan warga Kecamatan Kalipuro.

 

Angkut 980 Ompreng MBG

Ipda Tri Pepri mengatakan mobil pikap tersebut sebelumnya digunakan untuk mengantarkan MBG ke sejumlah sekolah.

Saat kecelakaan terjadi, kendaraan itu diketahui telah mengantarkan sekitar 980 ompreng MBG.

"Mobil SPPG tersebut usai mengantarkan MBG," ujarnya.

Setelah kecelakaan, kendaraan yang terlibat kemudian dievakuasi menggunakan mobil derek.

"Saat ini mobil sudah diangkut dengan towing. Akibat peristiwa ini estimasi kerugian material mencapai Rp5 juta," ungkap Ipda Tri Pepri.