Sukses

Trik Copot Cincin yang Tersangkut di Jari ala Tim Reaksi Cepat BPBD Blora

Liputan6.com, Blora - Persoalan cincin tidak bisa copot jangan dianggap sepele. Pasalnya, jika dibiarkan terus menerus, pastinya jari akan semakin bengkak karena peredaran darah tak lancar. Bahkan, bisa pula menyebabkan jari diamputasi.

Sebuah video dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah Agung Triyono yang ditunjukkan kepada Liputan6.com saat mencopotkan cincin kawin milik wanita asal Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri bernama Lisyanti ternyata menyisakan sebuah cerita.

Cerita tuturnya, wanita tersebut cemas berkepanjangan gara-gara cincin kawin yang dipakainya. Dia harus pontang-panting ke mana-mana mendatangi puskesmas, dokter, hingga tukang patri. Namun upayanya nihil. Jauh-jauh dari Wonogiri, ibu itu mendatangi TRC BPBD Blora.

"Saya juga enggak tahu, entah kenapa ibu tersebut memutuskan mencari saya dan datang ke Blora. Padahal, orang Wonogiri," kata Agung Tri menceritakan, Selasa (10/12/2019).

Dalam video itu, setelah Agung berhasil melepaskan cincin yang dipakai Lisyanti, perempuan itu menangis haru. Dia bersyukur sambil memandangi jari manisnya.

"Astaghfirullohal adzim.. Alhamdulillah," ungkap Lisyanti.

Tidak hanya Lisyanti, hal yang sama juga dialami oleh seorang warga Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora bernama Mei Al Arif.

Sang suami yang juga seorang anggota polisi di Polres Blora mengungkapkan, cincin kawin yang telah melingkar di jari istrinya tersebut sejak 2007 sulit dilepaskan. Bahkan, kata dia, pakai sabun dan baby oil sudah pernah dicoba, tetapi tetap susah untuk dilepas.

"Alhamdulilah dengan teknik sederhana dari Mas Agung, cincin bisa lepas," ungkap Bripka Arif Nirwanto.

Nirwanto mengungkapkan, pada saat proses pencopotan cincin kawin istrinya tidak sempat divideo lantaran dirinya merasa cemas pada saat itu.

 

2 dari 2 halaman

Jurus Mencopot Cincin

Menurut Agung, trik yang digunakan untuk melepaskan cincin cukup sederhana, yaitu dengan seuntai benang nilon dan pelumas.

"Benang saya lilitkan sampai ruas jari, kemudian jari diolesi minyak telon biar licin," katanya.

"Setelah benangnya dililitkan, lalu saya tarik pelan-pelan. Allhamdullilah berhasil. Kita lega karena bisa menolong warga yang mengalami kesusahan," pegawai honorer itu menjelaskan.

Dia mengakui seringkali dimintai tolong melepaskan cincin kawin milik warga. Pada 2015 silam, hal yang sama pernah ia lakukan. Ketika itu, ada seorang ibu-ibu juga panik karena cincin emasnya tak bisa dilepas.

"Dulu juga ada peristiwa yang sama, ada seorang ibu yang katanya pontang-panting demi mencopot cincin. Alhamdulillah berhasil juga saya lepaskan dengan trik sederhana memakai benang," katanya.

Sejak kejadian itu, lanjut dia, banyak ibu yang minta bantuan kepada dirinya. "Pada prinsipnya kita siap bantu apa pun yang dialami warga. Entah itu bencana alam, bencana sosial, maupun persoalan copot-mencopot cincin kawin istri orang," Agung memungkasi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Keturunan Pakubuwono IV Nilai Keraton Jipang Bukan Kerajaan
Artikel Selanjutnya
Muncul Keraton Jipang, Begini Respons Pemkab Blora