Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-18 · Ayat 34

Al-Kahf Ayat 34

Goa · Makkiyah · 110 ayat

وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا

Wa kāna lahū ṡamar(un), fa qāla liṣāḥibihī wa huwa yuḥāwiruhū ana akṡaru minka mālaw wa a‘azzu nafarā(n).

Arti

dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”

Tafsir

Tafsir Wajiz

Dan selain kebun-kebun itu yang dimilikinya, dia juga memiliki kekayaan besar, seperti emas, perak dan kekayaan lainnya yang berlimpah-limpah sehingga membuat dirinya angkuh, maka dia berkata kepada temannya yang beriman ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu yang terdiri dari kebun-kebun dan kekayaan lainnya sebagaimana engkau lihat, dan pengikutku, yakni anak-anakku, keluargaku dan pembantuku lebih kuat daripada pengikutmu, mereka pasti akan membantu dan menolongku kapan saja.

Tafsir Tahlili

Allah swt menjelaskan dalam ayat ini bahwa pemilik kebun itu masih memiliki kekayaan lain berupa harta perdagangan emas, perak, dan lain-lainnya yang diperoleh dari penjualan hasil kebun dan ladang. Qurṭus benar-benar berada dalam kehidupan yang mewah, dengan harta kekayaan yang melimpah ruah, dan memiliki pembantu-pembantu, buruh-buruh, dan pengawal-pengawal dalam jumlah yang besar. Keadaan yang demikian membuat dirinya sombong dan ingkar kepada Tuhan yang memberikan nikmat itu kepadanya. Dia berkata kepada temannya yang beriman, yang sebelumnya telah menyeru kepadanya agar beriman kepada Allah dan hari kebangkitan, “Aku mempunyai harta yang lebih banyak daripada kamu, seperti yang kamu saksikan, dan pengikut-pengikutku lebih banyak. Sewaktu-waktu mereka siap mempertahankan diri dan keluargaku dari musuh-musuhku, serta memelihara dan membela hartaku.” Dengan perkataan ini, dia mengisyaratkan bahwa seseorang dapat hidup bahagia dan jaya tanpa beriman kepada Tuhan seru sekalian alam. Dia beranggapan bahwa segala kejayaan yang dimilikinya dan kenikmatan yang diperolehnya semata-mata berkat kemampuan dirinya. Tiada Tuhan yang dia rasakan turut membantu dan memberi rezeki dan kenikmatan kepadanya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.