Ini Modal Besar BYD Bertarung di Pasar Kei Car Listrik

BYD memiliki strategi jitu untuk memuluskan rencananya bermain di segmen kei car listrik di pasar Jepang

Diterbitkan 18 Mei 2026, 18:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BYD semakin serius menggarap pasar mobil listrik mungil di Jepang. Produsen otomotif asal Tiongkok tersebut dikabarkan merekrut mantan insinyur senior Nissan untuk memperkuat pengembangan kei car listrik terbarunya yang bernama BYD Racco.

Langkah ini menjadi sinyal kuat ambisi BYD untuk menantang dominasi pabrikan Jepang di segmen kei car. Selama ini, pasar mobil mungil di Negeri Sakura dikenal dikuasai merek lokal seperti Suzuki, Honda, Daihatsu, hingga Nissan.

Dilansir Carnewschina, BYD Racco sendiri diproyeksikan meluncur pada musim panas 2026 dan bakal menjadi salah satu senjata penting perusahaan dalam memperluas pasar kendaraan listrik di Jepang.

Dalam upaya memperkuat pengembangan produk, BYD merekrut Hirohide Tagawa, sosok yang dikenal memiliki pengalaman panjang dalam proyek mobil mungil Nissan.

Tagawa disebut menjadi salah satu figur penting di balik pengembangan Nissan Sakura dan Nissan Dayz, dua model kei car populer di Jepang.

Tak hanya itu, ia juga dikabarkan telah terlibat dalam strategi pengembangan kei car Nissan sejak era 1990-an. Pengalaman tersebut dinilai sangat penting bagi BYD untuk memahami karakter konsumen Jepang yang terkenal detail terhadap kendaraan mungil.

Keputusan merekrut mantan insinyur senior Nissan ini pun dianggap sebagai langkah strategis agar BYD mampu menghadirkan mobil listrik yang benar-benar sesuai kebutuhan pasar Jepang.

BYD Racco bukan sekadar mobil listrik kompak biasa. Model ini memang dikembangkan khusus untuk memenuhi regulasi kei car Jepang yang terkenal ketat.

Sebagai informasi, segmen kei car memiliki aturan khusus terkait dimensi kendaraan, efisiensi, hingga spesifikasi teknis. Hal inilah yang membuat banyak produsen asing kesulitan menembus pasar tersebut.

BYD Racco kabarnya akan dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh dengan jarak tempuh sekitar 180 kilometer berdasarkan standar WLTC Jepang.

MenarIKNya, mobil listrik mungil ini juga disebut sudah mendukung pengisian cepat DC fast charging hingga 100 kW serta fitur bantuan berkendara Level 2+.

Dari sisi desain, BYD mengusung konsep bodi tinggi dengan pintu geser belakang guna meningkatkan kepraktisan penggunaan di area perkotaan Jepang yang padat dan memiliki jalan sempit.

Salah Satu Segmen Terbesar

Kei car menjadi salah satu segmen otomotif terbesar di Jepang. Mobil berukuran mungil tersebut populer karena menawarkan biaya kepemilikan lebih rendah, efisiensi energi tinggi, serta kemudahan bermanuver di perkotaan.

Data industri menunjukkan penjualan kei car menyumbang lebih dari sepertiga total pasar otomotif Jepang. Saat ini, dominasi pasar masih dipegang oleh merek lokal seperti Suzuki, Daihatsu, Honda, dan Nissan.

Karena itu, masuknya BYD ke segmen tersebut dinilai bisa menjadi ancaman baru bagi produsen Jepang.

Bahkan, Presiden Suzuki sebelumnya sempat mengakui bahwa BYD merupakan salah satu rival serius dalam persaingan mobil listrik mungil di Jepang.

BYD disebut bakal memasarkan Racco dengan harga mulai sekitar 2,5 juta yen atau setara Rp 280 jutaan.

Bandrol tersebut membuat BYD Racco langsung berhadapan dengan Nissan Sakura yang saat ini menjadi salah satu kei EV paling populer di Jepang.

Jika strategi BYD berjalan sukses, Racco berpotensi menjadi mobil kei listrik pertama dari pabrikan non-Jepang yang mampu bersaing serius di pasar domestik Jepang.

Masuknya BYD ke segmen kei car juga memperlihatkan perubahan besar dalam industri otomotif global.

Produsen otomotif China kini tak lagi hanya fokus di pasar domestik, tetapi mulai masuk ke ceruk pasar yang selama ini dianggap sebagai “kandang sendiri” bagi pabrikan Jepang.