Porsche Uji Teknologi Baru, Limbah Mobil Jadi Bahan Kemudi Ramah Lingkungan

Porsche uji teknologi daur ulang bersama BASF, ubah limbah mobil jadi bahan roda kemudi ramah lingkungan. Inovasi ini bisa jadi standar baru industri otomotif.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Porsche memperkenalkan teknologi daur ulang baru yang memungkinkan limbah mobil tua diolah kembali menjadi busa ramah lingkungan untuk roda kemudi. Proyek ini dijalankan bersama raksasa kimia BASF dan perusahaan teknologi berkelanjutan BEST Bioenergy and Sustainable Technologies.

Berdasarkan laporan CarScoops, Selasa (30/9/2025), inisiatif ini bertujuan mengurangi sampah otomotif yang selama ini sulit diproses, terutama plastik dan busa, yang biasanya hanya berakhir dibakar.

Dalam uji coba awal, Porsche memanfaatkan poliuretan hasil olahan BASF untuk membuat busa roda kemudi sport tiga palang.

Material ini memang belum sepenuhnya dari limbah daur ulang, tetapi sebagian besar berasal dari plastik bekas kendaraan yang sudah dihancurkan.

Meski bahannya berbeda dari versi konvensional, Porsche memastikan kualitas dan kenyamanan tetap terjaga.

Roda kemudi hasil daur ulang ini dirancang agar tetap kuat, empuk, dan aman digunakan sehari-hari.

Langkah ini membuka jalan bagi inovasi interior kendaraan yang tidak hanya bergaya mewah, tetapi juga ramah lingkungan.

Teknologi Daur Ulang Canggih

Selama ini, mobil yang sudah habis masa pakainya meninggalkan sisa penghancuran atau Automotive Shredder Residue (ASR).

Bagian ini biasanya dianggap sampah karena terdiri dari plastik, busa, hingga cat, yang sulit digunakan kembali dan akhirnya dibakar.

Teknologi baru yang dikembangkan Porsche dan BASF menawarkan solusi berbeda. Limbah plastik diproses melalui gasifikasi pada suhu tinggi hingga berubah menjadi gas sintesis.

Dari gas inilah kemudian diolah kembali menjadi plastik baru yang bisa digunakan untuk komponen kendaraan.

Metode ini dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pembakaran biasa, karena mampu mengurangi emisi sekaligus menciptakan siklus penggunaan material berulang.

Kapan Bisa Diproduksi Massal?

Porsche memang belum memastikan kapan teknologi ini siap digunakan di lini produksi. Proyeknya masih berupa uji coba percontohan.

Namun, pabrikan asal Jerman itu menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang mereka dalam menghadirkan mobil berkelanjutan.

Jika berhasil diterapkan, bukan tidak mungkin roda kemudi Porsche di masa depan akan mengandung jejak material dari mobil-mobil lama. Artinya, setiap mobil baru bisa membawa sedikit “warisan” dari generasi sebelumnya.

Dengan inovasi ini, Porsche menunjukkan keseriusannya menghadapi isu lingkungan sekaligus menetapkan standar baru dalam daur ulang otomotif.