Liputan6.com, Jakarta - Armada komersial ramah lingkungan di area pertambangan kini bukan lagi sekadar wacana. Persoalan keterbatasan infrastruktur listrik di wilayah terpencil pun mulai dijawab melalui inovasi teknologi pengisian daya yang dirancang khusus untuk kebutuhan operasional berat.
Hal tersebut terlihat dalam ajang Mining Indonesia yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 9-12 September 2026. Sejumlah pabrikan otomotif dan kendaraan berat memperkenalkan solusi charging untuk memastikan truk listrik tetap dapat beroperasi meski berada jauh dari jaringan listrik utama.
Menariknya, masing-masing pemain menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari DC Fast Charger portabel, pengisian berdaya tinggi, hingga teknologi battery swapping yang memungkinkan baterai truk tambang diganti hanya dalam hitungan menit.
Advertisement
Berikut tiga teknologi pengisian daya kendaraan listrik yang mencuri perhatian di Mining Indonesia 2026:
1. JAC Motors Bawa DC Fast Charger Portabel
JAC Motors yang berada di bawah naungan Indomobil Group menghadirkan solusi pengisian daya yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik di area operasional dengan akses listrik terbatas.
Pada pameran tersebut, JAC Motors menampilkan pikap listrik Trekker T9 EV 4x4 serta truk Urban Mover N90 EV.
Keduanya didukung ekosistem pengisian daya menggunakan DC Fast Charger portabel dengan pilihan daya 60 kW hingga 120 kW.
Dengan perangkat tersebut, pengisian baterai dari kondisi 20 persen hingga 80 persen diklaim dapat dilakukan dalam waktu sekitar 35 hingga 50 menit, tergantung kapasitas baterai dan daya charger yang digunakan.
Salah satu keunggulannya adalah konsep plug-and-play. Perangkat dapat dioperasikan menggunakan sumber daya dari genset diesel industri maupun baterai cadangan Energy Storage System (ESS).
Konsep tersebut membuat kendaraan listrik tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional. Dengan begitu, armada masih memiliki opsi untuk beroperasi di lokasi pertambangan yang belum mendapatkan pasokan listrik memadai.
2. Volvo Trucks FMX Edge Andalkan Charging hingga 250 kW+
Sementara itu, PT Indotruck Utama selaku distributor Volvo Trucks Indonesia mempertegas komitmennya di sektor pertambangan dengan meluncurkan Volvo Trucks FMX Edge.
Truk tersebut dirancang khusus untuk menghadapi karakter medan berat pertambangan di Indonesia.
Volvo Trucks FMX Edge menggunakan bodi heap SAE berkapasitas 38 meter kubik dengan desain Scow End dan lebar 2,8 meter. Konfigurasi ini dirancang agar dapat dipasangkan secara presisi dengan ekskavator kelas berat sehingga proses pemuatan material dapat dilakukan lebih efisien dan membantu memangkas loading cycle.
Kehadiran FMX Edge sekaligus melengkapi rekam jejak Volvo FMX di Indonesia. Saat ini, lebih dari 2.000 unit Volvo FMX disebut telah beroperasi di berbagai sektor Tanah Air.
Untuk mendukung elektrifikasi kendaraan berat, ekosistemnya turut mengandalkan High-Power DC Fast Charger dengan kemampuan hingga lebih dari 250 kW.
Tak hanya mengandalkan charging station permanen, Volvo Trucks juga menawarkan Mobile Charging Container. Solusi ini memungkinkan proses pengisian daya dilakukan di lokasi yang belum terhubung dengan jaringan listrik utama atau sistem off-grid.
Pendekatan tersebut menjadi penting bagi sektor pertambangan yang lokasi operasionalnya kerap berada jauh dari pusat infrastruktur energi.
3. XCMG Indonesia dan SANY Tawarkan Fast Charging hingga Battery Swapping
Solusi berbeda ditawarkan pemain kendaraan dan alat berat seperti XCMG Indonesia dan SANY. Keduanya menjagokan kendaraan listrik berupa loader serta dump truck yang dibekali pilihan sistem pengisian daya.
Opsi pertama adalah Dual-Gun Fast Charger. Sesuai namanya, sistem ini menggunakan dua kabel pengisian secara bersamaan yang terhubung ke kendaraan.
Penggunaan dua gun memungkinkan proses pengisian baterai dilakukan dengan daya lebih besar sehingga waktu kendaraan harus berhenti untuk melakukan charging dapat ditekan.
Pilihan kedua adalah teknologi Battery Swapping Station. Berbeda dengan metode charging konvensional, sistem ini tidak mengharuskan kendaraan menunggu baterai terisi.
Baterai berkapasitas besar pada truk tambang dapat dilepas dan diganti menggunakan baterai yang sudah terisi.
Untuk operasional tambang yang berlangsung 24 jam, metode tersebut menawarkan keuntungan dari sisi waktu. Proses penggantian baterai diklaim hanya membutuhkan sekitar 5 hingga 8 menit.
Dengan waktu henti yang jauh lebih singkat, kendaraan dapat kembali bekerja dalam waktu relatif cepat.
Charging Truk Tambang Harus Tahan Medan Ekstrem
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346178/original/015808700_1789114463-bt_baru_2.jpg)
Â
Teknologi pengisian daya untuk kendaraan listrik tambang tentunya memiliki tuntutan yang berbeda dibandingkan charger kendaraan penumpang.
Lingkungan pertambangan identik dengan kondisi basah, berlumpur, berdebu, serta perubahan cuaca yang ekstrem. Karena itu, perangkat charging membutuhkan sistem perlindungan khusus agar tetap dapat digunakan dengan aman.
Salah satunya adalah perlindungan terhadap air dan debu. Konektor serta komponen charging dirancang dengan sertifikasi IP67, sehingga memiliki tingkat perlindungan yang memadai terhadap masuknya debu serta paparan air.
Selain itu, perangkat charging juga perlu memiliki sistem pengaman terhadap pasokan listrik dari genset.
Teknologi seperti Automatic Voltage Regulator (AVR) internal dan Circuit Breaker digunakan untuk membantu menjaga kestabilan tegangan sekaligus memutus aliran listrik secara otomatis apabila terjadi lonjakan tegangan maupun risiko korsleting.
Baterai 300-540 kWh Bisa Diisi hingga Penuh dalam 1,5-2 Jam
Kapasitas baterai kendaraan tambang listrik tentu jauh lebih besar dibandingkan mobil listrik penumpang.
Untuk baterai dengan kapasitas sekitar 300 kWh hingga 540 kWh, sistem charging berdaya 150 kW sampai 250 kW dapat digunakan untuk mendukung pengisian daya kendaraan berat.
Dengan konfigurasi tersebut, pengisian baterai hingga penuh dapat dilakukan dalam kisaran 1,5 hingga 2 jam, bergantung pada kapasitas baterai, daya yang tersedia, serta kondisi sistem pengisian.
Bagi operasional pertambangan, durasi tersebut menjadi salah satu aspek penting karena setiap waktu kendaraan tidak beroperasi dapat berpengaruh terhadap produktivitas.
Karena itu, kombinasi antara fast charging, mobile charging, sumber listrik off-grid, dan battery swapping menjadi semakin relevan untuk kendaraan komersial listrik di sektor pertambangan.
Â
Â
Advertisement
Elektrifikasi Tambang Mulai Menjawab Tantangan Infrastruktur
Beragam solusi yang dipamerkan di Mining Indonesia 2026 menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial mulai bergerak melampaui persoalan ketersediaan jaringan listrik.
Penggunaan genset, ESS, mobile charging container, hingga battery swapping memberikan alternatif bagi perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi terpencil.
Ekosistem tersebut juga membuka peluang bagi kendaraan listrik untuk digunakan dalam operasional yang membutuhkan durasi kerja panjang dan medan berat.
Dengan semakin matangnya teknologi pengisian daya, hambatan geografis dan keterbatasan infrastruktur listrik perlahan dapat diatasi melalui pendekatan yang lebih fleksibel.
Pada akhirnya, perkembangan tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat transisi energi hijau di sektor pertambangan Indonesia, sekaligus mendorong penggunaan kendaraan listrik pada sektor industri ekstraktif.
Bagi pelaku bisnis pertambangan yang ingin melihat langsung unit kendaraan, teknologi charging, sekaligus berkonsultasi mengenai skema investasi dan kebutuhan infrastrukturnya, Mining Indonesia 2026 menjadi salah satu momentum untuk mengeksplorasi solusi elektrifikasi yang tersedia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346177/original/084847100_1789114462-bt_baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346344/original/082681000_1789125881-Wuling_Meriahkan_BCA_Expo_2026_dengan_Berbagai_Pilihan_Kendaraan_Listrik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346339/original/017124500_1789124969-GWM_BCA_Expo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498212/original/099672500_1770700399-20260205_143128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409516/original/065162500_1762858476-BERITA_1612701951_20387b8050c0aa24df292f273d087cde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3509250/original/089652300_1626162620-liputan6-hyundai-elantra-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878072/original/063004900_1719565769-First-batch-BYD-vehicles-rolled-off-production-line-in-Uzbekistan-factory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345197/original/074862200_1789023524-Horse-engine-lead-Sep8261-1536x864.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343328/original/025431800_1788851399-ber_5.webp)