Dialog UMKM dan Industri Otomotif di GIIAS 2025, Mencari Solusi untuk Kebangkitan Niaga

Keberadaan mobil niaga bertenaga listrik untuk keberlangsungan UMKM sebenarnya bisa sangat menguntungkan. Hanya saja, keuntungan pengoperasian mobil listrik ini dinilai kurang sosialisasi, sehingga dianggap lebih banyak kekurangannya.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 07:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan mobil niaga bertenaga listrik untuk keberlangsungan UMKM sebenarnya bisa sangat menguntungkan. Hanya saja, keuntungan pengoperasian mobil listrik ini dinilai kurang sosialisasi, sehingga dianggap lebih banyak kekurangannya.

Hal tersebut diungkapkan Hermawati Setyorinny,sebagai Ketua Umum Assosiasi Industri Usaha Mikro dan Kecil Menengah (IUMKM) Indonesia AKUMANDIRI, pada Dialog Industri Otomotif Nasional di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

"Sebenarnya, untuk transportasi adalah inti dari permodalan UMKM. Namun sayangnya, sebagus apapun kendaraan listrik, tapi masih sangat-sangat kurang sosialisasi, literasi untuk menyampaikan langsung ke pelaku UMKM juga masih kurang,"tuturnya.

Misalnya saja, masih adanya UMKM yang punya kekhawatiran menggunakan mobil niaga listrik karena takut kesetrum, jika melalui kubangan air atau kehujanan.

Padahal bila diedukasi lebih dalam lagi, lanjut Hermawati, ketakutan tersebut akan hilang dan bisa lebih meyakinkan pelaku UMKM.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Cing Hok Rifin, selaku Direktur of Sales Center PT Sokonindo Automobile, yang membawahi merek mobil DFSK dan Ceres, memberikan pemahaman keuntungan mobil niaga bertenaga listrik atau EV.

"Perlu dipahami, mobil listrik niaga ini sudah pasti sama dengan mobil listrik lainnya.Seperti bebas emisi, Jarak tembuh minimal bisa sampai 300 Km, bebas ganjil genap di Jakarta, minim perawatan, hingga garansinya yang panjang," katanya.

Kalaupun ada kekhawatiran tidak adanya stasiun pengisian listrik di tempat umum, maka pihaknya akan menggratiskan memasang instalasinya di rumah pembeli.

"Kalaupun dirasa harga beli lebih mahal, untuk pelaku UMKM akan diberikan harga khusus atau potongan harga, dengan cicilan yang bisa disesuaikan," ujarnya.

ICMS Jembatani UMKM dan Industri Otomotif

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Center fot Mobility Studies (ICMS), Munawarman Chalil mengungkapkan, dialog yang mempertemukan UMKM dan industri otomotif ini dalah upaya ICMS untuk menggairahkan kembali dunia usaha, ditengah perlambatan ekonomi global yang mengancam stabilitas ekonomi nasional.

"Makanya, di tengah tantangan global, UMKM butuh dukungan konkret agar dapat tumbuh. Jadi, kita mencari solusi, mendorong adanya mobil niaga yang handal, hemat dan juga terjangkau," ujarnya.

Dari dialog tersebut juga disepakati, adanya pembelian mobil niaga Super Cab oleh IUMKM AKUMANDIRI, yang didiskon setengah harga oleh DFSK. Sehingga diharapkan bisa memberikan angin segar untuk keberlangsungan UMKM di Indonesia.

 

  • liputan6
    Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) adalah pameran otomotif terbesar di Indonesia. Pameran ini memulai sejarahnya sejak 1986
    GIIAS
  • liputan6
    Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi.
    UMKM
  • liputan6
    Mobil listrik, mobil yang digerakkan dengan motor listrik,pakai energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lain
    Mobil Listrik
  • Industri Otomotif