Insentif Pajak Dipangkas, Pasar Mobil Listrik China Lesu

Pemerintah China resmi mengurangi keringanan pajak kendaraan listrik per 2027. Produsen otomotif Tiongkok kini jor-joran menggenjot ekspor.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 19:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan baru yang cukup mengejutkan datang dari negara pemasok kendaraan listrik terbesar di dunia. Pemerintah China dilaporkan resmi mulai memangkas skema insentif pemotongan pajak bagi para pembeli kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV). Langkah ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar otomotif di negara tersebut.

Sebagai pasar terbesar di dunia untuk kendaraan energi baru, China kini dikabarkan tengah mengalami kemerosotan penjualan domestik dalam satu tahun terakhir. Penurunan tersebut mendorong banyak perusahaan otomotif lokal untuk meningkatkan volume ekspor model-model baru mereka ke luar negeri.

Dikutip dari laman Carscoops, Rabu (8/7/2026), penurunan drastis ini terlihat dari angka penjualan global yang menyentuh di bawah 1,04 juta unit untuk mobil listrik bertenaga BEV dan PHEV pada bulan Juni lalu.

Sebagai perbandingan, pada bulan Juni tahun lalu, grafik penjualan kendaraan listrik sempat bergerak naik hingga 7 persen. Namun, kenaikan itu tidak bertahan lama. Memasuki awal tahun ini, grafik penjualan domestik justru anjlok hingga 13 persen, dengan total akumulasi penjualan hanya sebesar 4,73 juta unit kendaraan baru sepanjang tahun 2026 berjalan.

Penurunan penjualan yang drastis ini dipicu oleh lemahnya permintaan dari pasar domestik. Kondisi ekonomi China yang belum stabil membuat banyak konsumen memilih bersikap wait and see untuk menunggu harga miring, di tengah dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik yang terus menyusut.

Seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post, pemerintah Tiongkok memberlakukan kebijakan penghapusan keringanan pajak penjualan pada kendaraan listrik secara bertahap mulai awal tahun ini.

 

Nilai Pemotongan Insentif

Selanjutnya, potongan pajak kendaraan tahunan yang selama ini tersedia untuk kendaraan BEV, PHEV, range-extender, hingga kendaraan bensin konvensional, dilaporkan akan resmi dipotong per 1 Januari 2027. Nilai pemotongan insentif pajak ini berkisar antara 360 yuan atau setara sekitar Rp 900 ribu, hingga 660 yuan atau setara sekitar Rp 1,6 juta per tahun.

Di tengah penurunan permintaan pasar domestik ini, beberapa perusahaan besar seperti BYD, Xiaomi, dan Leapmotor terpantau masih mampu meraup keuntungan dan bertahan. Namun, tren penurunan ini diperkirakan bisa berimbas fatal pada beberapa perusahaan kecil yang diprediksi terancam gulung tikar jika situasi tidak membaik.

Sulitnya pertumbuhan penjualan di pasar domestik akhirnya memaksa pabrikan kendaraan China untuk semakin fokus berekspansi ke pasar global. Pada tahun 2026 ini, produsen asal China tercatat mengeskpor sekitar 10 juta unit kendaraan ke seluruh dunia, menandai peningkatan signifikan sebesar 41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.