Sukses

Rajin Menabung, Pria Ini Beli Yamaha XMax Pakai Uang Rp 2.000

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat 2 cara pembayaran untuk membeli sepeda motor, yaitu tunai atau cicilan. Jika ingin membeli secara tunai, tentu harus menabung dulu sebelumnya.

Inilah yang ditempuh Siswanto, pedagang bumbon atau bumbu-bumbu dapur di Pasar Sragen, Jawa Tengah.

Selama tiga tahun, ia mengumpulkan pecahan kertas Rp 2.000 hingga Rp 10.000 untuk membeli Yamaha XMax.

"Untuk mewujudkan impian saya ini, saya rela menabung selama tiga tahun. Setiap hari saya menyisihkan hasil jualan saya, kadang Rp 5.000, atau Rp 10.000, atau bahkan pernah juga sebesar Rp 2.000 per hari," ungkap Siswanto.

Beragam pecahan uang tersebut kemudian diserahkan Siswanto ke dealer Yamaha, Kondang Motor Sukoharjo, belum lama ini.

"Setiap hari saya harus menyisihkan hasil dari jualan saya untuk ditabung. Berapapun jumlahnya, tetapi saya sudah bertekad untuk menabung setiap hari," paparnya. 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Menghitung uang

Sementara itu Novita Ika Hayuningtyas, Kepala Cabang Kondang Motor Sukoharjo mengatakan dirinya mengakui baru pertama kali ini seorang konsumen membeli sepeda motor secara tunai dengan pembayaran mata uang rupiah yang nilainya sangat bervariasi.

"Nah, apa yang dilakukan oleh bapak Siswanto ini bagi kami pengalaman baru. Bagaimana kami harus menghitung uang yang nilainya sebesar Rp 60 jutaan secara tunai dengan berbagai pecahan yang menghabiskan waktu hingga 3,5 jam," ujar Novita.

Dari hasil perhitungannya, terdapat pecahan uang Rp 100 ribuan, Rp 20 ribuan, Rp 10 ribuan pecahan Rp 5 ribuan hingga pecahan Rp 2 ribuan.

"Total jumlah uang yang kami terima dengan pecahan Rp 2.000 mencapai angka yang sangat besar, Rp 20 jutaan. Ini membuktikan bahwa pak Siswanto demikian tekun dalam menabung," jelas Novita.

 

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19