Jika Tak Diregulasi, Penjualan Motor Bisa Tembus 10 Juta Unit

Industri motor dikatakan turut memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Diterbitkan 19 Juli 2014, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar sepeda motor dalam negeri masih terbilang seksi. Meski kapasitas jalan dianggap tak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memprediksi jika penjualan roda dua di 2014 bakal tembus 10 juta unit.

"Kalau tidak terganggu aturan, penjualan motor akan solid mencapai 10 juta unit," ujar Gunadi Sindhuwinata, Presiden AISI beberapa waktu lalu.

Dia menilai, bukan hanya sekedar menjadi pasar industri sepeda motor, Gunadi optimistis jika Indonesia mampu menjadi basis produksi kendaraan roda dua. 

"Di sini, pengembangan dan produksi saja bisa dilakukan. Apalagi sekedar ekspor," imbuh Gunadi.

Volume penjualan yang besar dikatakan bisa menjadi stimulus bagi geliat indutri otomotif dalam negeri. Meski selalu dikaitkan sebagai biang keladi kemacetan, Gunadi menegaskan jika industri tersebut faktanya memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Kita harus melihat sepeda motor sebagai penggerak ekonomi. Berbagai profesi, seperti tukang ojek dan pengantar surat muncul karena terus tumbuhnya industri," lanjut Gunadi.

Mengutip data AISI, penjualan sepeda motor pada semester pertama 2014 telah mencapai lebih dari 4,2 juta unit. Adapun, penjualan roda dua pada Juni 2014 masih didominasi segmen underbone (motor bebek) dengan torehan 167.533 unit. Angka ini naik 3.712 unit dibanding bulan sebelumnya, yaitu 163.821 unit.

Dengan angka ini, Gunadi percaya penjualan kuda besi sepanjang tahun ini akan menembus 7,9 hingga 8 juta unit. "Kalau pada paruh awal saja sudah mencapai 4,2 juta unit, jadi kalau dikali dua ya bisa mencapai 8 juta unit lebih," tandasnya percaya diri.