Kemenag Matangkan Skema Kesejahteraan Guru ASN dan Non-ASN

Selain menyiapkan skema kesejahteraan, Kemenag akan memberikan penghargaan kepada guru yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan wilayah terpencil.

Diterbitkan 03 November 2026, 15:48 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan skema untuk meningkatkan kesejahteraan guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. Selain itu, Kemenag juga akan memberikan penghargaan kepada guru yang mengabdi di wilayah terpencil, daerah bencana, dan kawasan terisolasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyoroti kesejahteraan guru yang dinilai belum sebanding dengan jerih payah mereka. Menurut Amien, selama ini guru membutuhkan perhatian dan pengakuan secara substantif atas pengabdiannya.

“Guru itu penghargaan seberapa pun itu belum sebanding dengan jerih payahnya, bukan karena bentuk penghargaannya itu yang dipentingkan beliau-beliau, tapi lebih dari itu adalah bagaimana secara substantif guru-guru itu juga mendapat pengakuan,” kata Amien saat peringatan Hari Guru Nasional 2026 di Gedung Kemenag RI, Selasa (3/11/2026).

Amien menambahkan, pemerintah tengah mematangkan skema peningkatan kesejahteraan guru secara serius. Upaya tersebut tidak hanya melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG), tetapi juga mencakup skema lain sesuai arahan Presiden.

“Melalui arahan Pak Presiden, kita sedang memikirkan bagaimana skema guru bukan hanya yang ASN, tapi juga yang non-ASN dan saya belum bisa sampaikan di sini skema-skema itu karena masih diskusi sangat internal,” tandas Amien.

Menurut Amien, skema peningkatan kesejahteraan tersebut nantinya mencakup guru ASN, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta guru non-ASN.

Kemenag Siapkan Penghargaan bagi Guru di Wilayah Terpencil

Selain mematangkan skema kesejahteraan, Kemenag juga menyiapkan penghargaan bagi guru, terutama mereka yang bertugas di daerah tertinggal, wilayah bencana, dan kawasan terisolasi.

“Tadi disebut Pak Dirjen juga ada penghargaan. Dan penghargaan ini tentu bukan cuma penghargaan yang terintegrasi, tapi juga penghargaan yang sifatnya kebaktian atau berbaktinya guru di daerah-daerah tertentu. Daerah bencana, daerah terisolir,” jelas Amien.

Menurut Amien, seluruh guru di berbagai wilayah perlu mendapat pengakuan dari pemerintah atas pengabdian mereka. Dia mencontohkan guru-guru yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan, termasuk di daerah terdampak bencana.

“Makanya orang-orang seperti luar biasa tetap bisa mengabdi. Bahkan masih banyak guru kita di tengah-tengah harus mengabdi di daerah bencana dengan segala keterbatasannya,” terang Amien.

 

Kemenag Gelar Kegiatan Ceria dan Sehat Bersama Guru

 

Amien mengatakan, apresiasi bagi para guru juga akan diberikan melalui berbagai kegiatan. Salah satu agenda yang disiapkan Kemenag adalah kegiatan bertajuk Ceria dan Sehat Bersama Guru.

“Makanya tadi ada agenda ceria, sehat bersama guru. Itu pasti diinisiasi karena guru-guru harus sehat. Kalau guru enggak sehat, enggak bisa bekerja dengan baik,” terang Amien.

Menurut Amien, kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan upacara peringatan Hari Guru pada 25 November 2026.

“Selebihnya nanti pasti ada upacara Hari Guru di tanggal 25 November-nya. Kemudian juga ada tambahan acara-acara yang mereka sebut ceria dan sehat bersama guru. Bahkan juga acara akademiknya itu ada simposium, terkait dengan pembelajaran berbasis AI,” kata Amien.

Dia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru. Pengembangan kompetensi itu tidak hanya ditujukan bagi guru madrasah, tetapi juga seluruh guru yang berada di bawah naungan Kemenag.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6