Rangkaian Perayaan Hari Santri Nasional 2026, Simak Jadwal Acara, Tema, dan Kegiatan Resmi Kemenag

Simak rangkaian perayaan Hari Santri Nasional 2026 lengkap dengan jadwal acara, tema resmi Kemenag, upacara 22 Oktober, hingga kegiatan pesantren.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 15:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian Perayaan Hari Santri Nasional 2026 menghadirkan berbagai kegiatan menarik yang tidak hanya berfokus pada upacara peringatan, tetapi juga pendidikan, budaya, kreativitas, hingga penguatan ekonomi pesantren. Peringatan yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026 ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperlihatkan kontribusi mereka dalam membangun Indonesia.

Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan tema dan sejumlah agenda resmi Hari Santri 2026 sejak September. Kegiatan yang disiapkan cukup beragam, mulai dari sayembara menulis surat untuk Presiden, perkemahan pramuka santri, festival sarung dan peci, hingga pameran produk usaha pesantren.

Mengutip laman resmi Kemenag, peringatan tahun ini mengangkat tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema tersebut menegaskan bahwa santri diharapkan tidak hanya menjaga tradisi keilmuan agama, tetapi juga berperan aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan kehidupan sosial.

Tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Tema resmi Hari Santri Nasional 2026 adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema ini ditetapkan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan menjadi pedoman pelaksanaan berbagai kegiatan Hari Santri di seluruh Indonesia.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026, tema tersebut memiliki dua pesan penting.

Pertama, "Santri Menguatkan Negeri" menggambarkan harapan agar para santri mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan bangsa. Santri diharapkan memiliki karakter kuat, wawasan luas, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk terus berinovasi.

Kedua, "Menuju Indonesia Emas" berkaitan dengan upaya mempersiapkan generasi unggul menuju tahun 2045. Pesantren dipandang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas tanpa meninggalkan nilai keagamaan dan kebangsaan.

Dengan tema tersebut, peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana untuk menunjukkan bahwa pendidikan pesantren terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman

Rangkaian Perayaan Hari Santri Nasional 2026 dan Jadwal Lengkapnya

Kemenag telah mengumumkan sejumlah agenda yang berlangsung mulai 22 September hingga 24 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan santri, pengelola pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak yang mendukung perkembangan dunia pesantren.

Berikut jadwal yang diumumkan Kemenag

Tanggal Rangkaian Kegiatan
22 September–8 Oktober 2026 Surat Santri untuk Presiden
22 September–24 Oktober 2026 Pesantren Award
30 September–6 Oktober 2026 Perkemahan Pramuka Santri Nusantara
2–20 Oktober 2026 Santri Vision
8–9 Oktober 2026 Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren
14–15 Oktober 2026 Mu'tamad Santri
16 Oktober 2026 Festival Sarung dan Peci Santri
16–24 Oktober 2026 Expo Kemandirian Pesantren
22 Oktober 2026 Upacara Hari Santri Nasional
24 Oktober 2026 Malam Bakti Santri untuk Negeri

Catatan: Jadwal merupakan agenda yang diumumkan Kementerian Agama. Pelaksanaan kegiatan dan lokasi dapat mengikuti pembaruan dari penyelenggara.

1. Surat Santri untuk Presiden (22 September–8 Oktober 2026)

Salah satu kegiatan dalam peringatan Hari Santri 2026 adalah sayembara Surat Santri untuk Presiden. Program ini memberikan kesempatan kepada santri untuk menyampaikan gagasan, harapan, dan aspirasi mereka tentang masa depan Indonesia.

Terdapat tiga tema utama yang diangkat, yaitu pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, santri didorong untuk berani menyampaikan pemikiran sekaligus menawarkan gagasan yang bermanfaat bagi bangsa. Surat terbaik direncanakan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

2. Pesantren Award (22 September–24 Oktober 2026)

Pesantren Award menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyoroti perkembangan dan kontribusi dunia pesantren.

Kehadiran agenda penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi lingkungan pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan lembaga, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pesantren memiliki potensi untuk berkembang di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.

3. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (30 September–6 Oktober 2026)

Perkemahan Pramuka Santri Nusantara menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan santri dalam aktivitas kepanduan.

Kegiatan pramuka dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, serta kemandirian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang selama ini diterapkan di pesantren.

Selain memperkuat keterampilan, kegiatan seperti ini juga dapat memperluas hubungan antarsantri dari berbagai daerah.

4. Santri Vision (2–20 Oktober 2026)

Santri Vision atau Santrivision menjadi agenda yang memberikan ruang bagi kreativitas dan gagasan generasi santri.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya berkegiatan dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat terlibat dalam aktivitas kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui ruang kreativitas semacam ini, para santri memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menyampaikan ide, dan menunjukkan potensi mereka kepada masyarakat.

5. Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren (8–9 Oktober 2026)

Halaqah Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi salah satu agenda yang berkaitan dengan pengembangan kelembagaan pesantren.

Forum seperti ini penting untuk membahas berbagai kebutuhan dan tantangan pendidikan pesantren, termasuk penguatan tata kelola, kualitas pendidikan, serta dukungan terhadap pengembangan lembaga.

Dengan adanya pembahasan tersebut, pesantren diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

6. Mu'tamad Santri (14–15 Oktober 2026)

Mu'tamad Santri merupakan forum akademik yang diarahkan untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren dan memperluas kerja sama internasional.

Menurut Kemenag, kegiatan ini dirancang berlangsung secara hybrid dengan melibatkan sekitar 250 peserta secara langsung dan 500 peserta secara daring.

Forum ini menjadi bagian dari upaya mendorong pesantren agar memiliki daya saing lebih luas, termasuk dalam pengembangan pendidikan dan jaringan keilmuan.

7. Festival Sarung dan Peci Santri (16 Oktober 2026)

Festival Sarung dan Peci Santri menjadi salah satu kegiatan budaya dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Sarung dan peci selama ini dikenal sebagai bagian dari identitas santri dan kehidupan pesantren. Keduanya bukan sekadar pakaian, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan tradisi keagamaan dan budaya masyarakat Indonesia.

Melalui festival ini, Kemenag ingin menunjukkan bahwa perkembangan zaman tidak harus membuat generasi muda meninggalkan tradisi.

Festival tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya pesantren kepada masyarakat yang lebih luas.

8. Expo Kemandirian Pesantren (16–24 Oktober 2026)

Expo Kemandirian Pesantren menjadi salah satu agenda yang menonjolkan potensi ekonomi dan kewirausahaan pesantren.

Kemenag merencanakan pameran di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta. Produk yang diperkenalkan mencakup makanan, minuman, buku, pakaian khas Nusantara, dan berbagai produk hasil usaha pesantren.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said menjelaskan bahwa pada periode 2021–2025 terdapat 4.185 pesantren yang menerima bantuan inkubasi bisnis. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan badan usaha milik pesantren.

Pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan produk pesantren kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran dan kerja sama usaha.

9. Upacara Hari Santri Nasional (22 Oktober 2026)

Upacara Hari Santri menjadi agenda utama yang dilaksanakan tepat pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026, upacara dijadwalkan berlangsung secara serentak mulai pukul 07.00 waktu setempat.

Kegiatan ini dapat diikuti oleh jajaran Kementerian Agama, lembaga pendidikan keagamaan, pesantren, organisasi masyarakat Islam, serta pihak lain sesuai pedoman pelaksanaan.

Masyarakat juga dapat mengikuti siaran langsung upacara melalui kanal media sosial resmi Kementerian Agama.

Pelaksanaan upacara diharapkan berlangsung dengan sederhana, tertib, dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri.

10. Malam Bakti Santri untuk Negeri (24 Oktober 2026)

Malam Bakti Santri untuk Negeri menjadi salah satu agenda penutup yang direncanakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

Menurut pengumuman awal Kemenag, kegiatan ini direncanakan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Agenda tersebut menjadi momentum untuk menampilkan semangat pengabdian santri sekaligus memperkuat perhatian terhadap kontribusi pesantren dalam pembangunan nasional.

Kemenag juga menyampaikan rencana mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan tersebut. Namun, rencana undangan tidak berarti kehadiran Presiden sudah dipastikan

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rangkaian Acara Hari Santri Nasional 2026

Kapan upacara Hari Santri 2026 dimulai?

Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 07.00 waktu setempat.

Apa tema Hari Santri 2026?

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.

Di mana upacara bisa ditonton?

Melalui kanal media sosial Kementerian Agama.

Apa dasar penetapan Hari Santri?

Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Di mana logo Hari Santri 2026 diunduh?

Di laman resmi Kementerian Agama.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6