DKI Bangun 2 Biodigester, Ubah Sampah Jadi Gas

Teknologi biodigester disiapkan untuk mengubah masalah sampah menjadi energi.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 10:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI dan Bank Jakarta bangun dua biodigester di Jakarta Utara.
  • Fasilitas ini olah 500 kg sampah organik/hari jadi biogas dan pupuk.
  • Proyek ini kurangi emisi gas rumah kaca, dukung lingkungan berkelanjutan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun dua fasilitas pengolahan sampah organik atau biodigester di Jakarta Utara. Fasilitas tersebut masing-masing berkapasitas hingga 250 kilogram (kg) sampah per hari.

Dua fasilitas tersebut akan dibangun di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut merupakan bentuk kontribusi Bank Jakarta dalam mendukung penanganan persoalan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.

“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta,” kata Agus di Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Melalui teknologi biodigester, sampah organik nantinya diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan. Proses tersebut juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus.

Dengan total kapasitas 500 kg per hari, dua fasilitas pengolahan sampah organik tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas setiap hari.

Selain menghasilkan energi terbarukan, kedua fasilitas itu diperkirakan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.

Memberikan Nilai Tambah

Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi mengatakan pengelolaan sampah di Ibu Kota membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program. Menurut dia, pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk mengolah sampah organik sejak dari sumber sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ucap Arie.

Pembangunan dua fasilitas di Jakarta Utara tersebut merupakan kelanjutan program pengolahan sampah yang sebelumnya didukung Bank Jakarta. Pada November 2025, Bank Jakarta mendukung pembangunan instalasi biodigester komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester melalui pengolahan sampah organik dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Arie.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.

Bank Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap fasilitas tersebut dapat memperkuat pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat serta mendorong terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6