Pemegang Bitcoin Mulai Ambil Untung, Harga BTC Bakal Anjlok?

Aktivitas pemegang Bitcoin, arus keluar bursa, dan penurunan leverage menjadi sorotan saat pasar kripto mencari arah berikutnya.

Diterbitkan 26 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin bertahan di sekitar US$84.000 atau sekitar Rp 1,51 miliar, sementara pemegang jangka panjang mulai merealisasikan keuntungan dalam jumlah moderat.

Kontributor CryptoQuant Darkfost dalam analisis mengatakan pemegang Bitcoin jangka panjang saat ini merealisasikan keuntungan sekitar 72%.

Angka tersebut jauh di bawah hampir 350% yang tercatat pada Desember 2024, ketika keuntungan pemegang jangka panjang mendekati level ekstrem pada siklus sebelumnya.

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (25/9/2026), harga Bitcoin sekitar US$84.403, dengan rentang perdagangan 24 jam di kisaran US$82.941-US$84.843. Dalam sepekan, BTC masih menguat sekitar 10,3% setelah bangkit dari level rendah September.

Darkfost menilai aktivitas saat ini belum menunjukkan aksi distribusi agresif. Pemegang jangka panjang cenderung tidak terlalu terpengaruh oleh pergerakan harga jangka pendek.

Apakah Bitcoin Mulai Dijual Besar-besaran?

Menurut Darkfost, kondisi saat ini masih tergolong moderat.

Bitcoin Mulai Keluar dari Bursa

Angka 72% tersebut bukan berarti pemegang jangka panjang telah menjual 72% Bitcoin mereka. Angka itu mengukur tingkat keuntungan dari koin yang dipindahkan oleh kelompok tersebut berdasarkan usia kepemilikan.

Darkfost menilai pemegang Bitcoin masih mungkin menunggu harga yang lebih tinggi sebelum melakukan penjualan dalam jumlah besar.

Pandangan tersebut merupakan analisis berdasarkan pola historis, bukan jaminan bahwa pemegang jangka panjang akan terus menahan Bitcoin jika kondisi pasar berubah.

Bitcoin sebelumnya naik dari sekitar US$75.000 menjadi lebih dari US$87.000 hanya dalam beberapa hari. Namun, BTC dua kali menghadapi penolakan di sekitar US$87.000.

Di sisi lain, arus Bitcoin keluar dari bursa memberikan sinyal yang lebih positif.

Analis CryptoQuant CoinNiel mencatat bursa mengalami arus keluar bersih 12.153 BTC pada 17-23 September. Sebaliknya, pekan sebelumnya mencatat arus masuk bersih 6.142 BTC.

Namun, CoinNiel mengingatkan bahwa sekitar 19.105 BTC ditarik hanya pada 22 September.

Leverage Bitcoin Mulai Menurun

Cadangan Bitcoin di bursa juga mengalami penurunan. CoinNiel mencatat total cadangan sekitar 2,726 juta BTC pada 21 September, kemudian turun menjadi sekitar 2,698 juta BTC pada 24 September.

Penurunan cadangan tidak otomatis berarti terjadi pembelian baru. Bitcoin dapat dipindahkan ke dompet pribadi, antar-institusi, atau digunakan sebagai jaminan.

Data Binance memberikan gambaran tambahan. Darkfost mencatat lebih dari 13.800 BTC keluar dari Binance, menjadi arus keluar bersih harian terbesar sejak 2023. Cadangan Binance turun dari sekitar 705.000 BTC menjadi 685.000 BTC dalam empat hari.

Sementara itu, pasar derivatif menunjukkan leverage mulai mereda.

CoinNiel mencatat open interest Bitcoin turun dari sekitar US$29,34 miliar menjadi US$26,29 miliar pada 21-24 September, atau turun 10,4%.

Namun, penurunan open interest dalam denominasi dolar juga dapat dipengaruhi perubahan harga Bitcoin. Karena itu, tidak seluruh penurunan bisa dianggap berasal dari penutupan posisi leverage.

Pemulihan Bitcoin Belum Terbukti

Suku bunga pendanaan juga menurun. CoinNiel menilai kombinasi penurunan funding rate, open interest dan arus keluar Bitcoin dari bursa cukup positif, tetapi belum membuktikan tren kenaikan baru.

Permintaan di pasar spot masih menjadi bagian yang belum terkonfirmasi. Salah satu indikatornya adalah aktivitas ETF Bitcoin spot AS.

ETF Bitcoin spot AS menerima dana masuk US$191 juta pada 24 September, memperpanjang tren arus masuk menjadi enam sesi berturut-turut. BlackRock IBIT menerima sekitar US$163 juta, sedangkan Fidelity FBTC sekitar US$12,86 juta.

Namun, CoinNiel menilai pemulihan Bitcoin masih belum terkonfirmasi karena arus ETF hanya mencerminkan sebagian aktivitas pasar spot.

Ia akan mengamati apakah arus keluar dari bursa berlanjut dan apakah pembelian spot semakin kuat.

Pasar derivatif juga menghadapi jatuh tempo besar pada 25 September. Sekitar US$18,1 miliar opsi Bitcoin dan Ethereum dijadwalkan berakhir, dengan open interest opsi Bitcoin terkonsentrasi di level US$90.000 dan US$100.000.