Pilu Kematian Siswa SMP di Pemalang Gara-Gara Bullying

Polisi masih menyelidiki dugaan bullying terhadap siswa SMP yang meninggal di Pemalang.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Siswa SMP Pemalang meninggal dunia diduga akibat perundungan.
  • Polres Pemalang selidiki kasus dengan autopsi dan periksa 11 saksi.
  • Korban sempat dirawat di RS sebelum meninggal, polisi telusuri rekam medis.

Liputan6.com, Jakarta - Nasib pilu dialami Ahmad Al Fian (13), seorang siswa SMP Negeri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Remaja asal Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, itu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan atau bullying yang dilakukan oleh rekan-rekannya.

Kabar duka tersebut pun menyita perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai linimasa media sosial.

Sebelum meninggal dunia, Ahmad sempat menjalani perawatan di RS Mardhatillah Muhammadiyah Randudongkal pada Minggu 2 Agustus 2026. Namun, setelah menjalani perawatan selama satu hari, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Polres Pemalang masih menyelidiki dugaan aksi perundungan yang dialami Ahmad sebelum meninggal dunia.

Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Autopsi dilakukan agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kematian Ahmad.

"Masih diselidiki. Kami hari ini sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab siswa tersebut meninggal," kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/8/2026).

"Autopsi perlu dilakukan supaya kami bisa mengetahui penyebab meninggalnya korban. Ini juga sudah sesuai persetujuan kedua orang tuanya," ujar Faizal.

 

Periksa Sejumlah Saksi

Tak hanya mengandalkan hasil autopsi, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi memeriksa total 11 orang sebagai saksi. Mereka terdiri atas pegawai bagian humas sekolah, sejumlah guru, dan siswa yang merupakan teman sekelas korban.

"Saksi-saksi yang sedang diperiksa ada sebelas. Hari ini dimintai keterangan. Proses (pemeriksaan) dikerjakan di Mapolsek kemudian ditarik ke Mapolres," pungkasnya.

 

Penanganan Kasus

Diketahui, kasus ini mulai ditangani setelah anggota Polsek Randudongkal menerima aduan terkait meninggalnya korban pada Minggu (2/8/2026).

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, polisi langsung mendatangi rumah duka setelah menerima aduan terkait meninggalnya korban.

"Begitu menerima aduan, anggota Satreskrim Polres Pemalang bersama Polsek Randudongkal langsung mendatangi rumah duka di Desa Semingkir, untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan awal dari orang tua korban," ujar Faizal dalam keterangannya, Senin 3 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil penggalian keterangan awal di rumah duka, diketahui bahwa korban Ahmad sempat mendapatkan penanganan medis. Korban dirawat di Rumah Sakit Mardhatillah, Randudongkal selama satu hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Selain meminta keterangan dari keluarga, polisi juga menelusuri riwayat pengobatan korban.

"Kami masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit Mardhatillah Randudongkal, di mana korban sempat dirawat selama 1 hari sebelum dinyatakan meninggal dunia," tutur Kasat Reskrim.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6