Polisi Usut Kasus Siswa SMP Dibully hingga Patah Tangan di Lampung

Kasus tersebut sempat viral di media sosial.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Polres Tulang Bawang terus mendalami kasus dugaan perundungan (bullying) dan kekerasan antarsiswa di SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Kasus yang viral di media sosial itu mengakibatkan seorang siswa mengalami patah tulang pada lengan.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Yuliansyah mengatakan, penyelidikan tetap berjalan meski kedua belah pihak telah menempuh jalur damai. Menurutnya, polisi ingin memastikan penyebab pasti insiden tersebut sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami dari pihak kepolisian tidak berhenti sampai di situ saja. Walaupun sudah ada perdamaian, kami tetap akan mendalami seperti apa sebenarnya kejadiannya," kata Yuliansyah, Rabu (29/7/2026).

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 10 orang, terdiri atas empat siswa, tiga orang tua atau wali murid, seorang wakil kepala sekolah, seorang guru kelas, dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah lanjutan bersama pemerintah daerah, pihak sekolah, dan orang tua.

"Dari hasil pemeriksaan nanti, kami akan mengambil langkah-langkah dengan melibatkan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, pihak sekolah maupun orang tua," ungkapnya.

 

Insiden Perkelahian

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama mengatakan, pihaknya tengah mengusut dua insiden perkelahian yang terjadi pada 18 Juli 2026 dan 24 Juli 2026.

"Dari dua peristiwa ini, ada satu kejadian pada 24 Juli yang menyebabkan salah satu siswa mengalami patah lengan. Ini menjadi perhatian serius kami sebagai aparat penegak hukum," katanya.

Menurut Apfryyadi, penyidik juga melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak untuk menyusun kronologi secara utuh.

"Kami akan melakukan klarifikasi terhadap beberapa siswa SMPN 5 Dente Teladas, beberapa guru, kepala sekolah, serta dinas terkait," sebutnya.

Ia menegaskan, apabila hasil pendalaman menemukan adanya unsur tindak pidana, kepolisian akan memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, video perkelahian dua siswa SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan dua pelajar terlibat adu fisik di dalam ruang kelas hingga salah satu siswa terjatuh.

Akibat insiden tersebut, seorang siswa berinisial DF mengalami patah tulang pada tangan. Berdasarkan keterangan orang tua korban, perkelahian diduga dipicu aksi saling mengejek yang kemudian berujung pada kekerasan fisik.